Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Angka Covid-19 di Kabupaten Pati meningkat dalam beberapa hari terakhir. kondisi itu, membuat Bupati Pati Haryanto memutuskan menghentikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sementara.

PTM ini dihentikan mulai Senin (14/2/2022). Penghentian sementara berakhir sampai kasus Covid-19 kembali menurun.

“Sudah inventarisir. InsyaAllah nanti mulai Senin (14/2/2022) PTM kita tunda lagi. Karena banyak temuan (kasus Covid-19) di sekolah,” ujar Haryanto kepada awak media, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Ini Langkah Pemkab Pati

Haryanto mengungkapkan lebih dari sepuluh sekolah di Kabupaten Pati ditemukan kasus Covid-19. Sekolah ini dari berbagai jenjang usia didik. Mulai dari sekolah dasar hingga tingkat menengah atas.

“Ada sepuluh bahkan lebih. Baik di madrasah, SD, SMP, SMA, dan SMK. Mulai dari guru dan siswa. Dari pada kualahan, kita antisipasi," kata Haryanto.

Namun ia tidak menjelaskan secara detail berapa kasus yang ditemukan. Haryanto juga tidak menjelaskan sekolah mana saja yang terdapat kasus Covid-19.Ia mengungkapkan kebanyakan siswa maupun guru yang terpapar Covid-19 ini sudah mengikuti vaksinasi dosis pertama. Ini menjelaskan, kata Haryanto, vaksinasi tidak menjamin orang terhindar dari virus corona bila tidak menjalankan protokol kesehatan."Kurun waktu tiga minggu ini cukup lumayan peningkatan. Sudah ada di mana-mana kita sampling MA, MI, MTs, SD, SMP, SMA," kata dia."Bukan yang lansia yang kena. Tetapi banyak yang anak-anak. Walaupun sudah dosis pertama. Tetapi ndak menjamin, karena apapun yang sudah vaksin itu tetap proses. Kerena merasa sudah vaksin maka lalai," tandas Haryanto. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News