Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Rombongan dari Palu, Sulawesi Tengah datang ke Kabupaten Pati. Mereka yang tergabung dalam Tim Refalina Project Sulawesi Tengah datang untuk melakukan studi banding.

Ada dua sasaran yang dikunjungi, yakni produsen tepung tapioke di Kecamatan Margoyoso, pada Senin (21/2/2022) dan Goa Pancur, Kecamatan Kayen, Selasa (22/2/2022).

Pimpinan rombongan, Evi Novita Setyaningrum mengatakan, kunjungannya ke Pati ini untuk belajar tentang proses produksi tepung tapioka dan pengelolaan obyek wisata.

Baca juga: Proyek Tol di Pati Lalui Permukiman hingga Masjid

Dari kunjungan itu mereka ingin mendapatkan inspirasi sekaligus pengetahuan awal berkait dengan dua bidang tersebut.

Evi menjelaskan, sejauh ini pihaknya aktif mendampingi penyintas bencana gempa bumi dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi serta pemulihan ekonomi.

Kunjungan dan studi ini nantinya untuk bekal inovasi dalam pemulihan ekonomi pasca bencana di Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Di desa dan kelompok dampingan kami terdapat potensi pertanian ketela atau ubi kayu dan ada juga sejumlah tempat yang berpotensi dikembangkan menjadi obyek wisata. Melalui kunjungan belajar ini, kami bisa mendapatkan gambaran tentang dua hal itu,” ujar Evi.Sementara, untuk kunjungan ke Goa Pancur, pihaknya ingin melihat dari dekat pemanfaatan potensi dan manajemen pengelolaan tempat wisata. Menurutnya, Pati memiliki banyak potensi alam dan industri yang telah terkelola.Potensi ini memberi dampak positif bagi perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, tidak sedikit potensi yang berkembang atas inisiasi dan kemandirian masyarakat.Kunjungan ini didampingi oleh Koordinator Bidang Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Pati, Teguh Santoso.“Hasil belajar awal ini akan kami kaji lebih lanjut untuk program pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Tengah,” tandasnya. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler