MURIANEWS, Pati – Satlantas Polres
Pati mengungkapkan adanya dua daerah yang menjadi titik rawan kecelakaan di Kabupaten Pati. Dua titik itu berada di Jalur Pantura.
Itu diungkapkan Ipda Muslimin, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Pati. Dijelaskannya, dua titik rawan itu yakni, Jalan Pati-Kudus dan Jalan Pati Juwana.
“Titik yang rawan laka lantas di Jalan Pati-Kudus dan Jalan Pati-Juwana. Dua-duanya di Jalur Pantura," ujar Ipda Muslimin, Rabu (9/3/2022).
Baca juga: Setahun, 196 Orang Tewas Kecelakaan di PatiMenurutnya, Jalan Raya Pati-Kudus rawan terjadi kecelakaan lalu lintas lantaran kondisi jalan yang lebar dan mulus. Kondisi itu membuat pengendara terpacu untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, kondisi jalan yang terkadang padat kendaraan membuat beberapa pengemudi yang kurang berhati-hati nekat melintas di bahu jalan. Hal ini juga memicu terjadinya kecelakaan.
Warga Kudus yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di
Pati, Albab mengaku, terkadang merasa was-was apabila melintasi Jalan Raya Pati-Kudus. Ia memang setiap hari kerja selalu pulang-pergi Kudus-Pati.
Warga Kudus yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di
Pati, Albab mengaku, terkadang merasa was-was apabila melintasi Jalan Raya Pati-Kudus. Ia memang setiap hari kerja selalu pulang-pergi Kudus-Pati.Albab was-was melewati jalur ini lantaran banyak kendaraan-kendaraan besar yang melintas. Ia mengaku pernah menyaksikan kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar di Jalan Raya Pati-Kudus.“Kejadiannya Juni 2021 lalu. Satu orang meninggal dunia di tempat. Waktu itu pagi hari saat saya berangkat kerja. Ada truk muatan tepung roti tabrakan sama truk bermuatan hebel (bata ringan). Muatan truk sampai berceceran ke jalan,” kata dia.Sementara Jalan Raya Pati-Juwana menjadi rawan kecelakaan lalu lintas karena kondisi jalan di sejumlah titik yang rusak dan berlubang.“Misalnya di lampu lalu-lintas Guyangan. Ada lubang lumayan dalam di tepi jalan. Dalamnya sampai sepertiga ban motor. Kalau pas tergenang air, orang belum hafal jalan lewat situ bisa terjungkal,” kata Rif’an Zainal, salah satu warga Juwana,
Pati. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi
[caption id="attachment_225190" align="alignleft" width="1280"]

Polisi saat mengevakuasi kecelakaan di jalan Pati-Kudus pada 2021 lalu. (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Satlantas Polres
Pati mengungkapkan adanya dua daerah yang menjadi titik rawan kecelakaan di Kabupaten Pati. Dua titik itu berada di Jalur Pantura.
Itu diungkapkan Ipda Muslimin, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Pati. Dijelaskannya, dua titik rawan itu yakni, Jalan Pati-Kudus dan Jalan Pati Juwana.
“Titik yang rawan laka lantas di Jalan Pati-Kudus dan Jalan Pati-Juwana. Dua-duanya di Jalur Pantura," ujar Ipda Muslimin, Rabu (9/3/2022).
Baca juga: Setahun, 196 Orang Tewas Kecelakaan di Pati
Menurutnya, Jalan Raya Pati-Kudus rawan terjadi kecelakaan lalu lintas lantaran kondisi jalan yang lebar dan mulus. Kondisi itu membuat pengendara terpacu untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, kondisi jalan yang terkadang padat kendaraan membuat beberapa pengemudi yang kurang berhati-hati nekat melintas di bahu jalan. Hal ini juga memicu terjadinya kecelakaan.
Warga Kudus yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di
Pati, Albab mengaku, terkadang merasa was-was apabila melintasi Jalan Raya Pati-Kudus. Ia memang setiap hari kerja selalu pulang-pergi Kudus-Pati.
Albab was-was melewati jalur ini lantaran banyak kendaraan-kendaraan besar yang melintas. Ia mengaku pernah menyaksikan kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar di Jalan Raya Pati-Kudus.
“Kejadiannya Juni 2021 lalu. Satu orang meninggal dunia di tempat. Waktu itu pagi hari saat saya berangkat kerja. Ada truk muatan tepung roti tabrakan sama truk bermuatan hebel (bata ringan). Muatan truk sampai berceceran ke jalan,” kata dia.
Sementara Jalan Raya Pati-Juwana menjadi rawan kecelakaan lalu lintas karena kondisi jalan di sejumlah titik yang rusak dan berlubang.
“Misalnya di lampu lalu-lintas Guyangan. Ada lubang lumayan dalam di tepi jalan. Dalamnya sampai sepertiga ban motor. Kalau pas tergenang air, orang belum hafal jalan lewat situ bisa terjungkal,” kata Rif’an Zainal, salah satu warga Juwana,
Pati.
Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi