Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Topeng Mina Tani menjadi produk kesenian baru di Kabupaten Pati. Produk itu dicetuskan oleh sebuah sanggar bernama Sangga Pandu milik Evi Septimardiati.

Ada unsur-unsur andalan Kabupaten Pati dalam Topeng Mina Tani. Mulai dari bahan topeng dari kuningan yang merupakan kerajinan andalan kabupaten pati.

Bahan itu berbeda dengan topeng-topeng dari Solo maupun Yogyakarta yang kebanyakan menggunakan kayu.

Baca juga: Barongan Kemiri, Kesenian Khas Pati yang Dipercaya Bisa Tolak Bala

“Materialnya dari kuningan. Mau menunjukkan di Pati punya produk kuningan terbaik. Piala Indonesia pun dibuat dari kuningan Pati,” ujar Evi.

Selain itu, ada ukiran-ukiran khas Pati. Seperti ikan bandeng, laut dan padi. Ini menunjukkan, topeng ini identik dengan Kabupaten Pati yang berjuluk Bumi Mina Tani.

“Mina itu perikanan. Tani itu melambangkam pertanian. Dibungkus kedalam ukiran topeng. Menunjukkan inilah Topeng Mina Tani,” papar wanita lulusan S2 ISI Solo itu.

Evi mengatakan ide membuat topeng ini muncul pada 2017 lalu. Kala itu, Sanggar Pandu ketiban sampur untuk membuat tari openning.

“Saat itu ada Pati tourist expo. Sanggar Pandu mendapatkan jatah tari tema kuningan. Akhirnya ada ide bikin topeng ini. Jadi kami memasukkan unsur mina tani,” ujarnya.

Ia pun meminta bantuan kepada seniman kuningan di Juwana untuk membuat topeng Mina Tani dengan konsep yang sudah dibuatnya.

“Saya punya 12. Yang 5 diberikan gratis oleh salah satu pengrajin kuningan. Sisanya bayar sendiri,” terang wanita usia 30 tahunan itu.Topeng Mina Tani ini akhirnya dipentaskan dalam Tari Topeng Mina Tani hasil kreasinya. Setidaknya ada 17-an gerakan dalam tari itu.Proses kreasi kesenian itu tak sampai berbulan-bulan. Cuman butuh tiga pekan untuk menciptakan tarian.“Dapat idenya nggak nentu. Kadang lihat anak sedang main. Dia lompat-lompat. Kadang pas mandi terlintas ide gerakan. Jadi mandi sambil nari,” kata dia.Karyanya itu pun kini sudah didaftarkan di HAKI atau hak atas kekayaan intelektual. Pengajuannya dari 2020 dan surat hak ciptanya keluar pada 2021.“Jadi sudah hak cipta. Hasil budaya topeng ini tak bisa ditiru. Ciri khas Pati-nya tak bisa dijiplak,” ucapnya.Tari Topeng Mina Tani ini sudah mewakili nama Pati di berbagai event. Mulai dari Solo Internasional Mask Festival (IMF) pada 2018 lalu dan berbagai festival kesenian internasional lainnya.“(IMF) itu banyak negara yang ikut. Di antaranya, Meksiko, Jepang, Thailand. Dua kali ikut ini. Dapat piagam keterlibatkan mengisi festival. Semua diapresiasi. Karena punya produk tari. Tari Topeng Mina Tani,” pungkasnya. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler