Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Peristiwa siswa SMKN 1 Mundu Cirebon, Jawa Barat, Frans Julius Hutapea (17) yang hilang di Perairan Laut Utara Flores di reka ulang di Kabupaten Pati, Senin (14/3/2022).

Dikabarkan, Frans Julius terjatuh dari kapal saat belayar dan hilang saat pulang dari praktek kerja lapangan (PKL) di kapal penangkap ikan Putra Leo.

Peristiwa hilangnya siswa jurusan pelayaran itu terjadi pada Sabtu (5/3/2022). Hingga kini, ia belum ditemukan.

Baca juga: 121 Honorer Satpol PP Pati Terancam Menganggur

Reslan Binardo Simatupang, Keluarga Korban menceritakan, awalnya Julius berangkat Magang bersama 10 temannya dengan menaiki kapal penangkap ikan Putra Leo.

Singkat cerita karena akan ada uji kompetensi yang harus diikuti, pihak sekolah meminta kapal Putra Leo untuk memulangkan siswanya.

Akhirnya para siswa magang dialihkan ke kapal penampung ikan Bahtera Sejati dari Pati, Sabtu (5/3/2022). Naas, Julius terpeleset dan tercebur di laut saat perjalanan menggunakan kapal itu.

Baca juga: Terseret Jaring Saat Melaut, ABK Kapal Cantrang di Pati Tenggelam di Laut“Saat kejadian itu, sebelumnya Julius ngobrol sama empat temannya, tiba-tiba katanya julius terpeleset jatuh, lalu temannya lapor kapten. Tapi katanya tidak bisa tertolong,” ujar Reslan, Senin (14/3/2022).Reka ulang adegan pun digelar Polairud Pati, Senin, (14/3/22). Kasat Polairud Pati, AKP Sutamto mengatakan olah TKP digelar di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 2 di Kecamatan Juwana.Kegiatan itu melibatkan saksi kru kapal, teman korban, juga keluarga korban beserta pendamping hukum.“Ini rekonstruksi kedua bagaimana jalannya alur kecelakaan itu. Supaya kru kapal yang magang, saksi-saksi tahu kronologinya. Dugaan awal peristiwa ini adalah kelalaian,” kata Sutamto Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler