Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Sebanyak 30 ton minyak goreng curah di Toko Fatimah, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ludes diserbu para pembeli dalam kurun waktu sehari, Sabtu (19/3/2022).

Ini diungkapkan Pemilik Toko Fatimah, Rudi Sulistiantono. Hari ini, ia mendapat distribusi sekitar 30 ton dari distributor asal Surabaya, Jawa Timur.

Biasanya, ia menjual minyak goreng curah sekitar 6-7 ton per hari. Namun, lantaran saat ini banyak yang mencari minyak goreng, ia bisa menjual enam hingga delapan kali lipat setiap harinya, yakni sekitar 25 ton hingga 30 ton.

Baca juga: Minyak Goreng Curah Masih Langka di Pati

“Ada 30 ribu kg (30 ton). Datang pagi tadi sekitar jam 06.30 WIB. Satu hari bisanya sampai 25 ribu kg kalau lagi rame-rame kayak gini. Hari ini kemungkinan lebih dari itu,” tutur dia.

Minyak goreng curah di tempatnya hampir setiap hari ada. Hanya Jumat (18/3/2022) kemarin yang kosong.

Ketersediaan minyak goreng curah ini lantaran ia mencari dari berbagai tempat. Mulai dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Provinsi Banten.

“Hari ini yang punya barang hanya saya. Agen di Pati belum dapat, Jawa Tengah belum dapet. Saya dapat kuotanya ini dari Jawa Timur,” ujar dia.
“Hari ini yang punya barang hanya saya. Agen di Pati belum dapat, Jawa Tengah belum dapet. Saya dapat kuotanya ini dari Jawa Timur,” ujar dia.Ia menjual minyak goreng ini kepada kios-kios di pasar tradisional di Kabupaten Pati dan menjual eceran untuk ibu-ibu rumah tangga.“Terus saya jual ke pasar-pasar, pasar Juwana, Trangkil, Tayu, Gembong, Puri dan sekitar Pati. Kabupaten Kudus, Rembang dan Blora juga sampai sini,” ucapnya.Di tempatnya, Minyak goreng curah dijual dengan harga sesuatu harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14.000 per liter atau Rp15.500 per kg.Menurutnya, HET ini membantu masyarakat kecil yang tidak bisa membeli minyak goreng kemasan yang harganya melambung tinggi.“Lebih masyarakat kecil yang terbantu. Sebenarnya ndak ada langka. Yang membuat langka dari pedagang. Distributor dan agen menjatah. Kalau saya loss. Kalau ada saya jual semuannya. Kalau ndak ada cari,” tandas dia Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler