Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Kabupaten Pati mengalami penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi level 2 sejak awal pekan ini.

Meskipun demikian, Bupati Pati Haryanto belum berani menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara keseluruhan atau 100 persen.

Haryanto mengatakan pihaknya menunggu situasi Kabupaten Pati benar-benar aman sehingga resiko penularan virus corona rendah. Ia memilih menunggu Pati masuk dalam PPKM level 1.

Baca juga: Dana Penanganan Covid-19 Pati Dipertanyakan

"Kalau nanti ke level 1, kami akan berlakukan PTM 100 persen. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana caranya kita mencegah penularan Covid-19," tutur Haryanto, Sabtu (26/3/2022).

Ia menegaskan selama ini pihaknya tidak memiliki niatan menghalangi siswa belajar atau sekolah dengan tatap muka. Tetapi, baginya, kesehatan siswa maupun guru hal yang terpenting.

"Karena kita selama ini sudah sangat respon terhadap pendidikan. Kalau di rumah terus kasihan anak-anak didik tidak akan maju. Sekolah saja yang belajar secara daring bisa mendapatkan prestasi apalagi yang tatap muka," jelasnya.

Baca juga: Kabar Baik, PTM di Pati Dibuka LagiSementara itu, capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pati hingga akhir Maret 2022 ini sudah capaian 97 persen dari sasaran 112 ribu anak."Vaksinasi anak sudah 97 persen. Kalau yang masih kurang itu lansia, yang dosis kedua baru 52 persen sedangkan yang dosis pertama sudah dikisaran 70 persen," kata dia.Adapun kondisi terkini kasus Covid - 19 di Kabupaten Pati, Haryanto menyebut kasus cenderung melandai. Hal ini lantaran, varian omicron memang sangat cepat penyebarannya namun gejala yang ditimbulkan tak seberat varian delta."Yang isolasi terpusat di rumah sakit Alhamdulillah sudah semakin berkurang," tandas dia. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler