Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Guna mencegah terjadinya lonjakan Covid-19 saat Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyiagakan 60 bed atau tempat tidur untuk isolasi di RSUD RAA Soewondo.

Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati, Senin (28/3/2022), Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, sebenarnya pihak RSUD Soewondo sempat memintanya untuk mengubah tempat isolasi Covid-19 menjadi ruangan pasien umum.

Pasalnya, hingga saat ini tidak ada pasien yang diisolasi di sana. Menanggapi hal ini, ia pun meminta RSUD RAA Soewondo untuk menahan dulu keinginan itu.

Baca juga: Dana Penanganan Covid-19 Pati Dipertanyakan

“Mereka meminta tempat isolasi terpusat dipakai pelayanan pasien umum. Saya bilang jangan dulu. Karena kalau tidak menyediakan tempat isolasi, bila ada kasus Covid-19, nanti bisa menjadi masalah,” katanya.

Haryanto menambahkan, berdasarkan pengalaman, lonjakan kasus Covid-19 saat Ramadan hingga selepas Lebaran. Maka dari itu, lanjutnya, perlu tetap menyediakan tempat isolasi.

“Menyediakan tempat isolasi ini, paling tidak Pemda hadir dalam rangka penanganan Covid-19,” tambahnya.
“Menyediakan tempat isolasi ini, paling tidak Pemda hadir dalam rangka penanganan Covid-19,” tambahnya.Ia mengizinkan tempat isolasi terpusat di RAA Soewondo diubah menjadi tempat pelayanan pasien umum, bila tidak ada lonjakan kasus Covid-19 saat Ramadan dan selepasnya.“Semisal pascalebaran tak ada lonjakan kasus Covid-19, mungkin isolasi terpusat bisa diubah ke pelayanan umum. Jadi nanti menunggu situasi dan kondisi paska lebaran," imbuhnya.Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia mengatakan, pihaknya tetap menyediakan bed isolasi Covid-19 di RSUD. Jadi tetap stand by hingga saat ini.“TT(tempat tidur)-nya 60 untuk isolasi Covid-19. Nantinya, ada rapat khusus menjelang Ramadan membahas lebih rinci soal penanganan corona," pungkasnya. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler