Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mempertanyakan proses pengisian perangkat desa. Mereka pun mengundang Ketua Panitia Pengawas, Jumani serta pihak Unisbank selalu pihak ketiga yang dipercaya menggelar ujian tertulis, Kamis (14/4/2022).

Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin menjejali Jumani yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) dengan pertanyaan tentang proses pengisian perangkat desa. Pihaknya mempertanyakan soal penunjukan Unisbank sebagai pihak yang menggelar ujian tertulis.

“Karena ada beberapa alasan, Unisbank tidak punya studi ilmu pemerintahan,” ujar Ali dalam rapat yang digelar di Ruang Badan Anggaran (Banggar).

Baca juga: DPRD Pati Minta Pengisian Perangkat Desa Ditunda, Ada Apa?

Ali mengungkapkan, sebelum menyetujui adanya anggaran pengisian perangkat desa, pihaknya sudah merekomendasikan untuk tidak menggunakan Unisbank. Rekomendasi ini muncul lantaran pada pengisian perangkat desa pada 2020 lalu ada permasalahan.

“Pengisian perangkat ada anggota badan anggaran yang menyampaikan pihak ketiga jangan Unisbank. Saat itu dijawab pak Sekda tidak menggunakan Unisbank lagi,” kata Ali.

“Kenapa ndak universitas lain. Unisbank pernah dipakai pemkab Pati pada 2020 ada beberapa persoalan. Pengumuman mundur delapan jam dan diduga ada kepentingan terkait mundurnya pengumuman itu,” lanjut Ali.
“Kenapa ndak universitas lain. Unisbank pernah dipakai pemkab Pati pada 2020 ada beberapa persoalan. Pengumuman mundur delapan jam dan diduga ada kepentingan terkait mundurnya pengumuman itu,” lanjut Ali.Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan tempat ujian tertulis perangkat desa berada di UTC, Semarang. Ia menilai pelaksanaan ujian bisa digelar di Kabupaten Pati.“Kenapa tidak di Kabupaten Pati saja. Di hotel Safin. Bisa menghemat waktu dan biaya,” cecar Ali kepada Sekda Pati.Menjawab hal ini, Jumani mengungkapkan pihaknya kembali menunjuk Unisbank lantaran perguruan tinggi ini yang paling baik dibanding 12 perguruan tinggi lainnya.“Semua perguruan tinggi yang mengajukan sanggupnya di Semarang kalau dengan sistem CAT. Dari berbagai perguruan tinggi, Unisbank yang terbaik. Unnes tidak sanggup CAT. Selain itu ada komitmen dari Unisbank untuk menggandeng tenaga ahli,” kata Jumani. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler