Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Guna mencegah terjadinya kebakaran, Satpol PP Pati bersama aparat terkait memantau Pelabuhan bagi kapal-kapal nelayan di Sungai Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kapal-kapal yang merapat dan bersandar di Sungai Juwana dipantau ketat. Sebab, ribuan kapal nelayan mulai bersandar menjelang Hari Raya Idulfitri ini.

Kasatpol PP Kabupaten Pati, Sugiyono mengatakan, rapatnya kapal berpotensi menimbulkan kerugian yang besar jika kebakaran tersebut.

Baca: 3 Tahun, 28 Kapal Nelayan Terbakar di  Pelabuhan Juwana Pati

Rapatnya kapal tersebut, lanjut Sugiyono dikarenakan sejumlah kapal yang menurunkan ikan terjebak di dalam dan tertutup yang baru datang. Sehingga kepadatan semakin bertambah.

“Kami cek di sana. Kami monitoring, bagaimana kondisi di lapangan ternyata padat. Ribuan kapal yang sudah mulai memadati sungai Juwana,” katanya.

“Biasanya, kapal-kapal itu sudah selesai berdatangan saat (pertengahan) Ramadan. Ternyata, sampai mendekati Lebaran baru berlabuh. Sehingga begitu rapatnya. Ini kan rawan kebakaran. Itulah yang kami antisipasi,” terangnya.
“Biasanya, kapal-kapal itu sudah selesai berdatangan saat (pertengahan) Ramadan. Ternyata, sampai mendekati Lebaran baru berlabuh. Sehingga begitu rapatnya. Ini kan rawan kebakaran. Itulah yang kami antisipasi,” terangnya.Pihaknya mengimbau kepada pemilik kapal untuk menunda dulu perbaikan kapal, baik pengecatan maupun pengelasan. Menurutnya, faktor penyebab kebakaran yang paling banyak karena perbaikan kapal.“Kalau pengecatan banyak tiner yang mudah terbakar. Kalau las itu percikan api. Sebagaimana tahun-tahun kemarin dapat menelan kerugian miliaran,” ujar dia.Bila terpaksa melakukan perbaikan kapal, ia meminta pemilik kapal memastikan tidak ada api. "Hati-hati saat perbaikan. Dipastikan sudah padam semua," tambahnya.Nantinya, lanjut Sugiyono, pihaknya bekerjasama dengan Posdam angkatan laut. Selain itu pihaknya juga akan mengerahkan satu unit kapal pemadam kebakaran. Sugiyono juga meminta kesadaran para pemilik kapal yang diparkirkan agar tidak berjubel. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler