Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Membuat kue Lebaran jadi salah satu kegiatan pembinaan narapidana di Lapas Kelas IIB Kabupaten Pati. Tak tanggung-tanggung, omzetnya hingga Rp 40 juta.

Kepala Lapas Pati Febie Dwi Hartanto menjelaskan, kegiatan ini diawali dengan pelatihan kemandirian di Lapas pada tiga bulan lalu selama dua pekan.

“Setelah kami survei dulu (produk) apa yang marketable di masyarakat, akhirnya diputuskan tata boga, membuat produk kue kering. Hasilnya sangat baik,” ujar dia.

Baca: Napi Lapas Pati Diberdayakan Bikin Kue Lebaran

Produk-produk Lapas Pati itu kemudian diberi nama Pasti SAE yang merupakan akronim dari "Lapas Pati Sarana Asimilasi dan Edukasi". Dalam bahasa Jawa pasti sae artinya "pasti bagus" atau bisa juga dimaknai "pasti berkualitas".

Selama bulan Ramadan ini, omzet penjualan kue kering hasil produksi para warga binaan sudah mencapai hampir Rp 40 juta. Hasil penjualan akan dibagi dengan 15 warga binaan yang terlibat produksi kue kering dan untuk setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Rencana setelah lebaran kami akan lakukan pelatihan kembali untuk meningkatkan kualitas produk kami,” kata dia.

Febie berharap, keterampilan produksi kue kering yang didapat para warga binaan di Lapas Pati nantinya bisa menjadi modal berharga bagi warga binaan untuk berwirausaha.
Febie berharap, keterampilan produksi kue kering yang didapat para warga binaan di Lapas Pati nantinya bisa menjadi modal berharga bagi warga binaan untuk berwirausaha.Sementara, Karji, Narapidana Pemuka Kegiatan Kerja di Lapas Pati, mengaku gembira atas adanya kegiatan positif ini.“Alhamdulillah respon teman-teman warga binaan bagus sekali. Dari proses pelatihan itu ada follow-up untuk produksi kue kering, berupa nastar, pastel, dan stik,” ujar dia.Per hari, lanjut Karji, kue hasil produksi para napi rata-rata bisa terjual 50-70 stoples atau setiap hari, omsetnya mencapai Rp 1,1 juta sampai Rp 1,5 juta.“Jualnya ke lingkungan keluarga pegawai dan warga binaan, juga para relasi yang ada,” kata dia.Karji menilai, kegiatan ini menunjukkan bahwa misi pembinaan Lapas telah berhasil. "Pembinaan kemandirian berhasil, kemanfaatan produk untuk masyarakat juga Alhamdulillah bisa diterima. Teman-teman warga binaan punya kegiatan positif dan hasilnya bermanfaat untuk masyarakat," tandas dia. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler