Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pati menerima kartu bantuan sosial (bansos) yang bersaldo kosong alias Rp 0. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapainya 7 ribu KPM.

Kabid Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Tri Haryumi mengungkapkan masalah ini terjadi dikarenakan beberapa faktor.

Salah satunya, penyalur kartu bansos, yakni Bank BRI baru menyalurkan kartu pada 2022 ini. Padahal, seharusnya bantuan sudah disalurkan pada 2021.

Baca: Mahasiswa Asal Pati Jadi Wisudawan Terbaik FEBI UIN Walisongo

Ini membuat, KPM tak bisa mencairkan bansos sehingga pemerintah pusat menarik bantuan itu. Mengingat, berdasarkan regulasi, bantuan ditarik bila tak dicairkan selama lebih dari tiga bulan.

“Sebab tak tersalurkan ada beberapa hal. Di antaranya, tak terdistribusinya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) oleh Bank BRI, karena ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) tak padan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapi), ada pula yang (sudah) meninggal,” ungkap Tri Haryumi.

“Peraturannya jangan sampai dicairkan melebihi tiga bulan. Kalau melebihi akan di-cut of (dicabut). Tujuh ribuan itu seharusnya disalurkan pada tahun lalu. Jadi sama saja mimpi. Sudah dikasih kartu tapi ndak ada isinya. Kasian yang mendapat kartu itu,” lanjut dia.
“Peraturannya jangan sampai dicairkan melebihi tiga bulan. Kalau melebihi akan di-cut of (dicabut). Tujuh ribuan itu seharusnya disalurkan pada tahun lalu. Jadi sama saja mimpi. Sudah dikasih kartu tapi ndak ada isinya. Kasian yang mendapat kartu itu,” lanjut dia.Ia mangku sudah menyurati pihak BRI Pati untuk menanyakan masalah ini dan progres perkembangan penyaluran bantuan pada 2021-2022. Akan tetapi, pihaknya belum mendapat balasan.“Yang jelas, BRI ini harus transparan. Kami sudah menyurati untuk memantau retribusi Bansos sudah terealisasi berapa. Tapi ini belum ada jawaban,” tandasnya.Pimpinan Bank BRI Cabang Pati Muhammad Ridwan mengaku, pihaknya belum mengetahui persoalan tersebut. Persoalan tersebut akan dicek kembali.“Saya belum mendapat laporan mengenai hal itu. Saya akan cek,” pungkasnya. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler