Sejumlah SMPN di Pati Kekurangan Siswa, Diduga Ini Sebabnya
Umar Hanafi
Selasa, 31 Mei 2022 17:40:08
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Pati mengalami kekurangan siswa. Itu terlihat tak terpenuhinya kuota sekolah tersebut dalam PPDB kemarin.
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, Fauzin Futiarso menyebut, keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dinilai menjadi salah satu faktor berkurangnya jumlah siswa yang mendaftar di SMPN.
“Program KB ini mengakibatkan siswa SD minim. Ada SD yang dimerger (digabung) juga. Kalau dua SD yang berdekatan dan murid sedikit menjadi acuan untuk merger,” tutur Fauzin, Selasa (31/5/2022).
Baca: 37 SMPN di Pati Ini Kekurangan Siswa Saat PPDB
Selain itu, lanjut dia, pandemi Covid-19 juga membuat para siswa maupun orang tua siswa lebih memilih boarding school atau sekolah yang memiliki asrama maupun pondok pesantren.
Sekolah daring yang diterapkan di SMPN selama pandemi Covid-19, membuat orang tua siswa lebih mempercayakan anaknya bersekolah di boarding school.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Pati, Fauzin Futiarso saat ditemui oleh wartawan pada Senin (30/5/2022). (MURIANEWS/Umar Hanafi)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten