Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Jembatan Juwana Pati, Jawa Tengah ternyata urung dibongkar. Padahal, rencananya jembatan di Jalan Panturan Pati-Rembang itu dibongkar pada 4 Juni 2022 lalu.

Bupati Pati Haryanto pun angkat suara terkait ini. Ia mengaku belum mengizinkan pembongkaran Jembatan Juwana.

Pasalnya, pihak rekanan atau pemegang proyek, PT Baja Titian Utama, belum menyiapkan dan memperbaiki jalur alternatif hingga kini.

Baca: Bukan 9 Bulan, Renovasi Jembatan Juwana Pati Bisa Sampai 2 Tahun

”Kalau jalur alternatif selesai, baru dibongkar. Kalau itu belum, ya ndak boleh dibongkar,” ujar Haryanto saat meninjau pembangunan PT HWI Pati, Senin (20/6/2022).

Dijelaskan, Jembatan Juwana Selatan yang rencana digunakan sebagai jalur pengganti belum diperbaiki dengan sempurna. Trotoar di jembatan itu juga belum selesai pemangkasan agar jalan lebih lebar.

”Masuk jembatan selatan itu belum diaspal hingga sekarang. Kemudian merampingkan trotoar (di Jembatan Selatan) juga belum selesai,” kata Haryanto.
”Masuk jembatan selatan itu belum diaspal hingga sekarang. Kemudian merampingkan trotoar (di Jembatan Selatan) juga belum selesai,” kata Haryanto.Selain itu, jalur alternatif di depan SMEA Diponegoro Pati juga belum diperbaiki. Maka dari itu pihaknya belum mengizinkan pembongkaran Jembatan Juwana utama yang letaknya di sebelah utara itu.Ia khawatir bila Jembatan Juwana Selatan dan jalur alternatif lainnya tidak disiapkan, kemacetan panjang akan terjadi. Haryanto tidak mau itu terjadi. Sebab, dampaknya langsung kepada masyarakat.”Kemarin (rekanan) telpon saya, mereka kesulitan memenuhi jembatan alternatif atau jembatan gantung. Oke kalau kesulitan, lintasan-lintasan tadi mohon disiapkan dan diperbaiki,” ujarnya.“Kalau sudah selesai silahkan dibangun. Jangan sampai ndak. Yang agak lama merapikan trotoar,” imbuh Haryanto. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler