Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Pemkab Pati telah kembali membuka pasar hewan sejak Jumat (17/6/2022). Keputusan ini berbeda dengan daerah lain yang menambah durasi kebijakan penutupan pasar.

Padahal sebelumnya, 1.633 hewan ternak di Kabupaten Pati terindikasi kena penyakit mulut dan kuku (PMK) Hwan itu menyebar hampir seluruh kecamatan se-Kabupaten Pati.

Meski begitu, dari jumlah itu 690 hewan ternak sudah dinyatakan sembuh. Kemudian, 11 ekor sapi mati, sembilan ekor sapi dan 35 ekor kerbau dipotong paksa.

Baca: 1.633 Hewan Ternak di Pati Terindikasi PMK, Bupati Pati: Banyak yang Sembuh

”Pasar sudah buka. Daerah lain agak takut. Mereka memperpanjang penutupan pasar. Pati ini dibuka pasarnya,” ujar Bupati Pati Haryanto, Senin (21/6/2022).

Haryanto khawatir bila pasar hewan ditutup justru membuat peternak di Kabupaten Pati merugi. Sebab, penutupan pasar membuat penghasilan peternak berkurang.

Apalagi saat ini, lanjut Haryanto, sudah mendekati Hari Raya Iduladha. Di mana biasanya penjualan hewan ternak meningkat
Apalagi saat ini, lanjut Haryanto, sudah mendekati Hari Raya Iduladha. Di mana biasanya penjualan hewan ternak meningkat”Ini menimbang para peternak atau pedagang hewan itu. Jadi mengakomodir mereka. Kasian para pedagang menjelang kurban (Iduladha) tak dapat berdagang,” kata Haryanto.Meski membuka kembali pasar hewan, Haryanto mengimbau para peternak untuk meningkatkan kekebalan hewan ternaknya. Yakni dengan memberi vitamin maupun herbal dan madu.Selain itu, hewan ternak yang terindikasi PMK diminta untuk tidak dijual. Pihaknya khawatir, penularan PMK makin tak terkendali bila itu dilakukan.Kemudian, peternak juga diminta melaporkan kepada petugas Dispertan bila ada hewan yang terindikasi PMK. Itu dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler