Ini Alasan Bupati Pati Tak Perpanjang Penutupan Pasar Hewan
Umar Hanafi
Selasa, 21 Juni 2022 19:50:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Pemkab Pati telah kembali membuka pasar hewan sejak Jumat (17/6/2022). Keputusan ini berbeda dengan daerah lain yang menambah durasi kebijakan penutupan pasar.
Padahal sebelumnya, 1.633 hewan ternak di Kabupaten Pati terindikasi kena penyakit mulut dan kuku (PMK) Hwan itu menyebar hampir seluruh kecamatan se-Kabupaten Pati.
Meski begitu, dari jumlah itu 690 hewan ternak sudah dinyatakan sembuh. Kemudian, 11 ekor sapi mati, sembilan ekor sapi dan 35 ekor kerbau dipotong paksa.
Baca: 1.633 Hewan Ternak di Pati Terindikasi PMK, Bupati Pati: Banyak yang Sembuh
”Pasar sudah buka. Daerah lain agak takut. Mereka memperpanjang penutupan pasar. Pati ini dibuka pasarnya,” ujar Bupati Pati Haryanto, Senin (21/6/2022).
Haryanto khawatir bila pasar hewan ditutup justru membuat peternak di Kabupaten Pati merugi. Sebab, penutupan pasar membuat penghasilan peternak berkurang.
Apalagi saat ini, lanjut Haryanto, sudah mendekati Hari Raya Iduladha. Di mana biasanya penjualan hewan ternak meningkat
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Rapat Koordinasi Penanganan PMK di Ruang Penjawi. (Murianews/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Pemkab Pati telah kembali membuka pasar hewan sejak Jumat (17/6/2022). Keputusan ini berbeda dengan daerah lain yang menambah durasi kebijakan penutupan pasar.
Padahal sebelumnya, 1.633 hewan ternak di Kabupaten Pati terindikasi kena penyakit mulut dan kuku (PMK) Hwan itu menyebar hampir seluruh kecamatan se-Kabupaten Pati.
Meski begitu, dari jumlah itu 690 hewan ternak sudah dinyatakan sembuh. Kemudian, 11 ekor sapi mati, sembilan ekor sapi dan 35 ekor kerbau dipotong paksa.
Baca: