Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Jumlah ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Pati mencapai 3141 ekor. Sekitar 40 persen dari jumlah itu, yakni 1153 ekor di antaranya sudah sembuh.

Dari jumlah itu juga, 50 ekor ternak mati karena terinfeksi PMK. Kebanyakan hewan yang mati merupakan hewan yang masih anakan

Ini berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati hingga Jumat (8/7/2022) kemarin.

Baca: Ada PMK, Penjualan Sapi di Pati Tetap Laris Manis

”Persentase sembuhnya kisaran 40 persen. Total ternak yang sakit 3.141, yang sembuh 1.153 hewan. Kami saat ini sedang melakukan perawatan ternak yang terkena PMK,” ujar Kepala Dispertan Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum.

Ia mengungkapkan, hewan-hewan ternak itu, mempunyai luka di kaki dan mulut. Selain itu, hewan ternak yang terindikasi juga mengalami demam.

Para peternak mendapat hewan ini dari luar kota. Yakni dari Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Pihaknya pun meminta peternak untuk mengisolasi hewan ternak yang terindikasi PMK di kandang.”Penyakit ini baru terlihat gejalanya setelah empat hari. Biasanya, di pasar atau saat transaksi tak ketahuan sakit PMK. Kemudian sampai rumah baru muncul gejalanya. Pedagang ini mobilitasnya memang tinggi. Jadi kami kualahan,” terang wanita yang akrab disapa Niken ini.Meskipun banyak hewan ternak yang terindikasi PMK, Niken mengimbau kepada para pedagang maupun peternak Pati untuk tidak panik. Pasalnya, PMK mudah disembuhkan. Daging hewan yang terindikasi PMK juga boleh dimakan.”Daging hewan ternak yang terkena PMK boleh dimakan. Tapi harus dimasak yang benar. Dibersihkan hingga dimasak yang matang daginggnya. Jadi PMK ini hanya menular pada hewan ternak berkuku belah,” pungkas dia. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler