Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Pagar dan tembok SMK Gajah Mada (Gama) 1 Margoyoso jebol dihantam banjir bandang yang terjadi Kamis (14/7/2022).

Sekolah yang terletak di Desa Bulumanis Kidul itu ikut terdampak bencana ‘tsunami kecil' tersebut. Sejumlah siswa dan guru SMK Gama 1 pun disibukkan membersihkan lumpur dan sisa banjir bandang, Sabtu (16/7/2022).

Pagar pembatas sekolah itu jebol beberapa meter. Begitu juga dinding gedung sekolah bagian belakang, jebol tak kuat menahan derasnya terjangan ‘tsunami kecil'.

”Pagar pembatas jebol. Memang dari depan kelihatan biasa, tapi di dalam banyak ruangan yang kena,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras, Teguh Kuntiarso, ketika ditemui saat membersihkan sekolah.

”Di kantor kemasukan air, perpustakaan di belakang dindingnya jebol. Pagar tempat parkir juga jebol,” lanjut dia.

Baca: Tambak Dihantam Banjir, Petani Udang Bulumanis Pati Menangis

Menurutnya, sekolah itu terendam sekitar 100 sentimeter saat banjir bandang terjadi, Kamis (14/7/2022). Air baru surut sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurutnya, sekolah itu terendam sekitar 100 sentimeter saat banjir bandang terjadi, Kamis (14/7/2022). Air baru surut sekitar pukul 15.00 WIB.Usai kejadian, lumpur setebal 15 sentimeter masih menempel. Para guru pun bergotong royong membersihkan lumpur di sekolahan.”Setelah surut, guru yang rumahnya tidak kena banjir datang membersihkan. Kalau guru yang rumahnya kebanjiran ya terpaksa tidak ikut,” kata Teguh.Ia mengungkapkan, mulai hari ini, beberapa siswa datang untuk ikut bekerja bakti membersihkan sekolah. Mereka datang atas kemauan sendiri tanpa diminta oleh guru.”Kerugian material belum bisa kami hitung, yang terendam banjir apa saja juga belum didata. Kami saat ini masih fokus membersihkan sekolah agar besok Senin (18/7/2022) anak-anak sudah bisa masuk lagi,” tandas Teguh. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler