Seleksi Perades di Pati Diduga Ada Praktik Transaksi Jabatan
Umar Hanafi
Rabu, 20 Juli 2022 12:57:23
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Forum Calon Perangkat Gagal (Capraga) Kabupaten Pati menduga, seleksi perangkat desa (Perades) yang digelar tengah April lalu sarat dengan traksaksi jabatan.
Mereka menduga nilai transaksi yang ditawarkan mencapai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Dugaan itu diungkapkan saat mereka menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati dan Gedung DPRD Pati, Rabu (20/7/2022).
Dalam aksi itu, mereka membawa sejumlah poster bernada protes dan tuntutan agar kasus dugaan kecurangan di seleksi perangkat desa diusut. Salah satu poster yang dibawa menunjukan menu harga sesuai jabatan yang diinginkan.
Baca: Tak Lolos Jadi Perangkat Desa, Belasan Warga Pati Geruduk Kantor Bupati
Poster ini ditegaskan lagi Muhammad Kudhori, orator aksi. Pihaknya menduga ada jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati pada 16 April lalu.
”Dari menu, Carek (Sekretaris Desa) Rp 1 miliar, Kadus (Kepala Dusun) 750, Kaur (Kepala Urusan) Rp 500. Itu informasi yang kami dapatkan,” ujar Kudhori kepada awak media di depan Gedung DPRD Kabupaten Pati.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Demonstrasi Forum Calon Perangkat Gagal (Capraga). (Murianews/Umar Hanafi)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Forum Calon Perangkat Gagal (Capraga) Kabupaten Pati menduga, seleksi perangkat desa (Perades) yang digelar tengah April lalu sarat dengan traksaksi jabatan.
Mereka menduga nilai transaksi yang ditawarkan mencapai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Dugaan itu diungkapkan saat mereka menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati dan Gedung DPRD Pati, Rabu (20/7/2022).
Dalam aksi itu, mereka membawa sejumlah poster bernada protes dan tuntutan agar kasus dugaan kecurangan di seleksi perangkat desa diusut. Salah satu poster yang dibawa menunjukan menu harga sesuai jabatan yang diinginkan.
Baca: