Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati merilis jumlah kerugian banjir bandang di Kabupaten Pati yang terjadi Kamis (14/7/2022). Tercatat, kerugiannya mencapai Rp 38 miliar.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, angka tersebut merupakan total dampak kerusakan akibat banjir bandang, seperti rumah rusak, lahan pertanian rusak hingga tanggul jebol.

”Seluruhnya, tidak hanya di Tunjungrejo dan Bulumanis Kidul. Jadi ini kerugian di seluruh area yang terdampak banjir. Baik itu rusaknya tanggul jebol, lahan pertanian, dan utamanya rumah,” ujar Martinus, Jumat (29/7/2022).

Angka ini sangat besar lantaran banjir bandang lalu menerjang 5 kecamatan, Kabupaten Pati. Yakni Kecamatan Pati, Margoyoso, Trangkil, Wedarijaksa dan Tayu.

Kecamatan yang paling parah yakni di Margoyoso. Sejumlah desa di kecamatan ini diterjang banjir.

Baca: Rumah Hancur, Korban Banjir Bandang Pati Berharap Bantuan Perbaikan Rumah

Desa-desa itu di antaranya, Tunjungrejo, Bulumanis Kidul, Sekar Jalak, Kejan dan Margoyoso. Puluhan rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan, sedang, berat dan hilang.

Sedangkan, Kecamatan Trangkil di Desa Karangwage, Kadilangu, Ketanen, Tlutup dan Kertomulyo.

Selanjutnya, Kecamatan Wedarijaksa di Desa Kepoh, Tawangharjo, Jontro, Ngurentejo, Bumi Ayu, Sukoharjo, Margorejo, Ngurensiti, Pagerharjo, Panggungroyong dan Wedarijaksa,Kecamatan Pati yakni Desa Sidokerto, Mulyoharjo, Payan, Tambakharjo, Sukoharjo, Pati Wetan, Kalidoro, Prenggan, Sidoarjo, Dengkek, Semampir, Geritan, Sugiharjo, Widorokandang, Purworejo Dan Pati Lor. Ditambah Kecamatan Tayu ada satu desa yakni Margomulyo.Bencana itu karena berbagai factor, seperti di Kecamatan Trangkil, Margoyoso dan Tayu, banjir bandang terjadi karena luapan air sungai dari pegunungan Muria timur.Sedangkan banjir yang berdampak pada area Wedarijaksa dan Pati merupakan air yang berhulu di Gembong. Yakni air dari Sungai Simo, Sungai Bapoh, Sungai Gungwedi dari daerah Gembong.”Bisa jadi rusaknya daerah tangkapan air dan hilangnya tanaman-tamaman keras hutan mulai diganti dengan tanaman-tanaman semusim. Itu jadi salah satu penyebab banjir, sehingga mempercepat sedimentasi. Sungai itu lebih dangkal,” kata dia.Saat, proses pembangunan tanggul masih dilakukan. Puing-puing maupun lumpur sisa banjir bandang juga sudah dibersihkan dengan alat berat. Untuk rumah yang hanyut dan rusak akan diperbaiki selepas pembangunan tanggul. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler