Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Jembatan Juwana Pati, Jawa Tengah sedang proses renovasi pada saat ini. Pembongkaran mulai dilakukan Rabu (20/7/2022) lalu. Rencananya jembatan itu dikonstruksi ulang lantaran kontruksi lama sudah berumur lebih dari 50 tahun.

Berdasarkan penuturan pegiat sejarah Kabupaten Pati, Ragil Haryo Yudiartanto, jembatan yang terletak di Jalan Pantura Pati-Rembang ini merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Saat agresi militer Belanda II, tentara Indonesia sempat beberapa kali mencoba menghancurkan dan mengebom jembatan ini. Ini dilakukan agar Belanda tidak bisa memasuki Juwana dan tidak bisa memasuki Rembang.

”Percobaan pertama pada Desember tahun 1948. Saat itu, tentara Belanda mencoba memasuki Kota Juwana dari dua arah. Dari utara yakni dari Pegunungan Muria dan dari selatan yakni Todanan, Blora,” tutur Ragil.

Baca: Jembatan Juwana Pati Dibongkar

Melihat pasukan Belanda ini, pasukan Indonesia bergerak mengundurkan diri. Pasukan yang dipimpin Kapten Socharno ini pergi ke arah utara, ke daerah tambak-tambak.

Sebelum pasukan mengundurkan diri, beberapa anggota di bawah pimpinan Letnan Sumardjo ditugaskan memutuskan Jembatan Juwana. Namun, tugas ini gagal dilaksanakan.
Sebelum pasukan mengundurkan diri, beberapa anggota di bawah pimpinan Letnan Sumardjo ditugaskan memutuskan Jembatan Juwana. Namun, tugas ini gagal dilaksanakan.”Pasukan Belanda telah masuk ke kota Juwana dan menembak pasukan Indonesia yang sedang bertugas menghancurkan jembatan, sehingga beberapa orang anggota antara lain Letnan Sumardjo mendapat luka-luka,” kata dia.Percobaan penghancuran Jembatan Juwana kembali dilakukan pada akhir 1949. Saat itu, di dalam kota Rembang masih terdapat beberapa unsur pasukan Angkatan Darat. Pasukan ini pun ditugaskan untuk meledakkan Jembatan Juwana.Itu dilakukan agar Belanda tidak bisa memasuki Kota Rembang dari arah barat. Namun, upaya ini juga gagal. Pasukan Belanda dengan mudah memasuki Kota Rembang. Beberapa panser Belanda berhasil melewati Jembatan Juwana.”Pasukan Angkatan Darat yang bertugas untuk meledakkan jembatan tersebut mengalami kegagalan dengan macetnya trekbom yang telah dipersiapkan sebelumnya,” pungkas dia.Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler