Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Seorang siswi SMP di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diduga menjadi korban penyekapan untuk menjadi budak seks. Mirisnya, itu terjadi selama berbulan-bulan.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Pelaku yakni seorang lelaki berinisial PH, warga Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sebelumnya, korban sempat dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti. Saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan.

Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Di samping mengalami trauma berat, gizi buruk hingga infeksi pada alat vitalnya, korban juga hamil.

Baca: Disabilitas Korban Pemerkosaan di Pati Trauma, Pemkab Diminta Turun Tangan

Ibu korban menceritakan, awalnya anaknya itu berkenalan dengan pelaku di Juwana, pada Mei 2022. Sejak saat itu, ia tak mendapatkan kabar dari anaknya.

”Sejak awal Mei hilang ndak ada kabar. Setelah dicari kemarin (pekan lalu) ketemu di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti,” katanya, Kamis (4/8/2022).

Selain diculik, anaknya juga diduga diperkosa dan disekap berbulan-bulan. Selama disekap korban mengalami pemerkosaan, penyiksaan fisik dan psikis termasuk tidak diberi makan.Melihat kondisi korban, Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Bersama Dinas Sosial dan P3AKB Pati, korban segera dirujuk ke salah satu rumah sakit di Pati guna mendapatkan perawatan yang intensif.”Kami larikan korban ke rumah sakit untuk dirawat,” kata Iptu Aris.Ditambahkan, sangat butuh aksi cepat dari pihak terkait agar korban segera mendapatkan rehabilitasi medis dan psiko sosial agar nyawa korban beserta bayinya bisa diselamatkan.Saat ini, kasus pencabulan anak dibawah umur sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pati. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler