Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Prestasi membanggakan diraih Siswa SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati. Siswa bernama Bagas Nur Adianto mendapat medali emas di ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) Seoul, Korea Selatan.

Dengan bimbingan gurunya, Betty Shinta Indriyani, ia menciptakan aplikasi tuberkulosis cleaner (TB Cleaner).

”Jadi lomba ini diselenggarakan WICO. Sebagai kelanjutan tingkat nasional, kami dapat runner-up saat di nasional. Kebetulan peraih tiga besar dikirim ke luar negeri,” tutur Kepala SMA 2 PGRI Kayen, Surata kepada Murianews, Selasa (9/8/2022).

Dalam ajang itu, inovasi buatan Bagas mampu mengalahkan peserta dari 30 negara. Indonesia sendiri, ada tiga tim, yakni dari Yogyakarta, Bali, dan Pati.

Baca: Jarono Pejuang Kemerdekaan Asal Pati: Ikut Usir Belanda di Agresi Militer II hingga Mengawal Jendral Sudirman

Ia menjelaskan, aplikasi yang diciptakan anak didiknya bertujuan untuk membantu paramedis mendeteksi sakit TBC. Dengan mengisi data di aplikasi ini, pasien dapat mengetahui terkena penyakit TBC atau tidak.

”Jadi disitu nanti pasien setelah mengisi format di aplikasi bisa mendeksi pasien terkena TBC apa tidak. Tanpa mengecek dengan alat-alat berat. Dengan syarat harus jujur saat mengisi data, apa adanya,” kata dia.
”Jadi disitu nanti pasien setelah mengisi format di aplikasi bisa mendeksi pasien terkena TBC apa tidak. Tanpa mengecek dengan alat-alat berat. Dengan syarat harus jujur saat mengisi data, apa adanya,” kata dia.Surata bersyukur atas pencapaian anak didiknya itu. Ia pun berharap prestasi itu dapat dipertahankan dan memotivasi siswa lain untuk belajar serta berinovasi.”Hampir tiap tahun kami mengirimkan siswa ke luar negeri. Akhir tahun ini salah satu siswa kami juara 2 di Meksiko. Harapan kami apa yang kita hasilkan bermanfaat untuk Indonesia. Terutama yang untuk penyakit TBC. Cara mudah, cepat dan murah bisa mendeteksi penyakit TBC,” ungkap dia.Pihaknya juga siap membagi ilmu untuk sekolah lain agar bisa berprestasi. Surata mengaku SMA PGRI 2 Kayen tidak pelit dalam membagi ilmu. Banyak sekolahan yang melakukan studi banding ke sekolahan.Saat ini Bagas dan guru pembimbingnya sedang dalam perjalanan pulang. Kamis (11/8/2022) nanti, pihak sekolah dan pemerintah kecamatan berencana menyambut mereka di SMA PGRI 2 Kayen Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler