Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Ribuan warga memadati area Punden Mbah Mulud, Dukuh Langgen, Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (19/8/2022).

Mereka datang untuk menyaksikan Langgen Culture Festival yang diselenggarakan Pemuda-Pemudi Langgen. Sejumlah jajan pasar tradisional disajikan secara gratis dengan pentas kesenian.

Beberapa lukisan dan karya fotografi dipajang di lorong menuju punden. Beberapa stand menyuguhkan jajanan pasar atau jajanan tradisional. Setiap masyarakat yang datang dipersilahkan mencicipi jajanan ini secara gratis.

Tak jauh dari stand terdapat panggung hiburan. Belasan kesenian ditampilkan dalam panggung itu. Baik kesenian tradisional hingga modern. Mereka tampil secara bergilir.

”Agenda malam hari ini adalah festival jajanan pasar kita mengenalkan jajanan pasar atau tradisional yang asing bagi anak-anak muda generasi Z dan membuat nostalgia bagi om-om kita di masa dulu,” ujar Ismuslim, salah satu panitia.

Baca: Langgen Culture Festival #4, Cara Pemuda Desa Kenalkan Lagi Permainan Tradisional

Sebanyak 35 varian jajanan pasar disuguhkan dalam acara ini. Mulai dari gethuk, cetot, cenil, gembili dan banyak lagi. Selain itu beberapa minuman tradisional juga disiapkan. Di antaranya wedang cemuai, wedang ronde, wedang jahe dan minuman gulas.

”Semua gratis sampai penuh tadi. Hampir 2 ribu porsi habis dalam waktu 15 menit,” kata dia.Untuk pentas seni sendiri, lanjut dia, pihaknya menggandeng 12 kelompok. Mulai dari siswa-siswi TK, SD dan komunitas pemuda di wilayah Juwana. Mereka menampilkan kesehatan tradisional dan modern.”Seni-seni dari wilayah Juwana. Ada tari, pantomim, musik dan silat juga. Untuk penampil dari SD, TK, sanggar seni dan komunitas foto ikut sini. 80 peserta yang ikut dari sekitar 12 kelompok,” ungkap dia.”Untuk seni ada kolaborasi ada seni tradisional sampai yang modern. Tujuan kita agar kesenian tradisional agar ndak hilang. Untuk Kesenian modern kita mengikuti jaman juga,” tandasnya.Ia berharap acara ini bisa semakin merekatkan silaturahmi antar warga Dukuh Langgen. Selain itu, pihaknya juga berharap kesenian tradisional dan makanan tradisional masih dikenal masyarakat sehingga tidak punah. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler