Angkutan Umum di Pati: Dulu Berjaya, Kini Tinggal Tiga Trayek
Umar Hanafi
Senin, 22 Agustus 2022 15:46:57
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Keberadaan angkutan umum atau moda transportasi umum sempat berjaya di era 90-an. Kini jumlah angkutan umum di Kabupaten Pati hanya ada tiga trayek saja.
Padahal di masa kejayaannya dulu, angkutan umum begitu dimanfaatkan. Mulai berangkat sekolah, kerja, hingga belanja ke pasar.
Masyarakat kini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum. Itu membuat sejumlah trayek angkutan umum di Kabupaten Pati perlahan mati.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati, Teguh Widyatmoko mengatakan trayek yang masih beroperasi itu yakni trayek Pati-Trangkil, Pati-Juwana dan Juwana-Batangan.
”Tapi itu saja masih tinggal beberapa yang jalan. Banyak angkutan yang tidak jalan,” kata Teguh.
Baca: Pamit, Haryanto Beri Pesan Pj Bupati Pati Begini
Ia mengungkapkan sudah ada dua trayek yang mati atau tidak beroperasi di Kabupaten Pati. Kedua trayek kendaraan umum itu yakni trayek jurusan Pati-Winong dan Pati-Tambakromo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah satu penumpang trayek angkot di Kabupaten Pati sedang menunggu keberangkatan. (Murianews/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Keberadaan angkutan umum atau moda transportasi umum sempat berjaya di era 90-an. Kini jumlah angkutan umum di Kabupaten Pati hanya ada tiga trayek saja.
Padahal di masa kejayaannya dulu, angkutan umum begitu dimanfaatkan. Mulai berangkat sekolah, kerja, hingga belanja ke pasar.
Masyarakat kini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum. Itu membuat sejumlah trayek angkutan umum di Kabupaten Pati perlahan mati.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati, Teguh Widyatmoko mengatakan trayek yang masih beroperasi itu yakni trayek Pati-Trangkil, Pati-Juwana dan Juwana-Batangan.
”Tapi itu saja masih tinggal beberapa yang jalan. Banyak angkutan yang tidak jalan,” kata Teguh.
Baca: