Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Peristiwa kebakaran menimpa sebuah rumah di Dukuh Gadel, Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (24/8/2022) pukul 18.15 WIB.
Kebakaran terjadi diduga diakibatkan sisa pembakaran batang padi atau bediang. Akibatnya, rumah milik Aminah (85), warga setempat ludes terbakar hingga rata dengan tanah.
”Kebakaran terjadi pada bakda magrib. Kebakaran karena pediang lalu merembet ke dami dan merembet rumah yang terbuat dari gedeng (anyaman bambu),” ujar anak Aminah, Moh Hadi (65) saat ditemui Murianews, Kamis (25/8/2022).
Baca: Kantor DPRD Pati Dibobol Maling, RAPBD 2023 Raib
Waktu itu, mereka sedang menjalankan ibadah sholat magrib. Setelah selesai ibadah mereka baru mengetahui adanya kebakaran. Warga sekitar pun melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Sebuah rumah di Dukuh Gadel, Desa Kedalon Rt. 02/01 Kecamatan Batangan, Pati ludes terbakar, Rabu (24/8/2022) malam. (Murianews/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Peristiwa kebakaran menimpa sebuah rumah di Dukuh Gadel, Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (24/8/2022) pukul 18.15 WIB.
Kebakaran terjadi diduga diakibatkan sisa pembakaran batang padi atau bediang. Akibatnya, rumah milik Aminah (85), warga setempat ludes terbakar hingga rata dengan tanah.
”Kebakaran terjadi pada bakda magrib. Kebakaran karena pediang lalu merembet ke dami dan merembet rumah yang terbuat dari gedeng (anyaman bambu),” ujar anak Aminah, Moh Hadi (65) saat ditemui Murianews, Kamis (25/8/2022).
Baca: