Kantor DPRD Pati Dibobol Maling, LBH Pati Sebut Ada Isu Besar
Umar Hanafi
Jumat, 26 Agustus 2022 14:15:16
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Kasus pencurian di Kantor DPRD Pati diduga terdapat isu besar dibaliknya. Dugaan itu disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Pati, Luqmanul Hakim.
Menurutnya, mencuatnya kasus itu bisa saja sebagai pengalihan isu agar kasus besar tidak terungkap.
”Kami yakin, ada sesuatu yang besar terkait dengan peristwa ini. Atau jangan-jangan, malingnya ini hanya sebatas pengalihan isu,” ujar Luqman, Jumat (26/8/2022).
”Biasanya, maling akan teriak rumahnya kemalingan terlebih dahulu agar hasil malingannya tidak diketahui orang karena terkabarkan hilang,” lanjut dia.
Baca: Tak Hanya DPRD Pati, Sejumlah OPD Juga Digasak Maling
Pihaknya menilai tidak mungkin orang mencuri berkas dokumen penting motifnya hanya karena ekonomi atau kebutuhan perut saja. Hal itu dinilainya tidak logis.
Luqman meminta jajaran Polres Pati untuk mengusut tuntas kasus ini. Serta segera menangkap pelaku.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Police Line di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. (Murianews/Umar Hanafi)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Kasus pencurian di Kantor DPRD Pati diduga terdapat isu besar dibaliknya. Dugaan itu disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Pati, Luqmanul Hakim.
Menurutnya, mencuatnya kasus itu bisa saja sebagai pengalihan isu agar kasus besar tidak terungkap.
”Kami yakin, ada sesuatu yang besar terkait dengan peristwa ini. Atau jangan-jangan, malingnya ini hanya sebatas pengalihan isu,” ujar Luqman, Jumat (26/8/2022).
”Biasanya, maling akan teriak rumahnya kemalingan terlebih dahulu agar hasil malingannya tidak diketahui orang karena terkabarkan hilang,” lanjut dia.
Baca: