Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pati menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Mereka menyebut, keputusan itu sangat membebani masyarakat.
Itu diungkapkan Ketua DPD PKS Kabupaten Pati Narso. Menurutnya keputusan pemerintah menaikkan harga BBM mulai Sabtu (3/9/2022) tidak tepat.
Pihaknya khawatir kebijakan ini semakin menghantam kondisi perekonomian masyarakat Indonesia.
”Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan ini juga dipastikan merembet pada kenaikan harga di sektor yang lain, yang tentunya sangat membebani masyarakat,” ujar Narso yang juga Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) DPRD Kabupaten Pati ini, Kamis (8/9/2022).
Baca: Harga BBM Naik, Bikin Sopir Angkatan Umum di Pati Pusing
Terlebih, lanjut Narso, ekonomi masyarakat belum pulih setelah dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir. Ia menilai keputusan menaikkan harga BBM semakin membebani masyarakat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ketua DPD PKS Kabupaten Pati Narso. (Murianews/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pati menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Mereka menyebut, keputusan itu sangat membebani masyarakat.
Itu diungkapkan Ketua DPD PKS Kabupaten Pati Narso. Menurutnya keputusan pemerintah menaikkan harga BBM mulai Sabtu (3/9/2022) tidak tepat.
Pihaknya khawatir kebijakan ini semakin menghantam kondisi perekonomian masyarakat Indonesia.
”Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan ini juga dipastikan merembet pada kenaikan harga di sektor yang lain, yang tentunya sangat membebani masyarakat,” ujar Narso yang juga Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) DPRD Kabupaten Pati ini, Kamis (8/9/2022).
Baca: