Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyatakan stok elpiji 3 kg saat ini masih aman. Sebab, tahun ini Kabupaten Pati mendapatkan jatah 12,5 juta tabung.

Kepala Disdagperin Kabupaten Pati Hadi Santosa memaparkan dari jumlah itu, sebanyak 8.175.320 tabung sudah digunakan sampai Agustus lalu.

Dengan demikian, masih ada 4.324.680 tabung untuk September hingga Desember 2022. Oleh karena itu, pihaknya memastikan stok tersebut aman hingga akhir tahun.

”Persediaan gas elpiji 3 kg sebenarnya masih aman. Stok kuota kita juga masih ada untuk tahun ini. Penggunaan baru 65 persen dari kuota tahun ini,” ujar Hadi.

Baca: Konversi Kompor Gas Elpiji ke Listrik, Menteri ESDM: Masih Uji Coba

Meski begitu, pihaknya tetap mengajukan penambahan sekitar dua sampai tiga minggu yang lalu. Namun, Hadi tak menjelaskan jumlah tambahan yang diajukan.
Meski begitu, pihaknya tetap mengajukan penambahan sekitar dua sampai tiga minggu yang lalu. Namun, Hadi tak menjelaskan jumlah tambahan yang diajukan.”Memang ada di sebagian daerah yang mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg. Menurut kami kelangkaan itu dipicu oleh banyaknya masyarakat yang beralih ke gas elpiji 3 kg,” tutur dia.Menurutnya, beberapa masyarakat mulai beralih ke gas elpiji 3 kg dikarenakan ada perbedaan harga yang cukup jauh antara 3 kg, 5,5 kg dan 12 kg.”Harga gas elpiji non subsidi yang 5,5 kg itu sudah diharga Rp 105 ribu per tabung. Sedangkan yang 12 kg harganya sekitar Rp 210-217 ribu,” pungkas Hadi. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler