Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Rencana proyek Jalan Tol Demak-Tuban berpotensi melalui daerah rawan banjir Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo.

”Memang wacana saat sosialisasi karena trase atau jalur tol menyusuri sungai Juwana. Jadi kemarin disampaikan ada beberapa desa yang dilalui rawan banjir,” kata Tulus, Sabtu (1/10/2022).

”Jadi tim Amdal kontruksi juga ada jawaban, bahwa jalan tol tidak dibawah semua, tapi juga pakai layang dan ini akan ada kajian,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya bersama tim Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) melakukan kajian terkait bentuk kontruksi jalan tol layang ini. Mengingat ada beberapa desa di Pati rawan banjir yang dilalui Jalan Tol Demak-Tuban.

Baca: Panjang Tol Demak-Tuban di Kudus Menyusut

Meski begitu, Tulus tidak menjelaskan secara rinci desa mana saja yang diketahui rawan banjir itu. Tetapi, ia menegaskan memang beberapa desa yang dilalui merupakan desa rawan banjir karena menyusuri Sungai Juwana.

”Kalau perencanaan jalan tol prosesnya memang baru Amdal. Kami tidak bisa berbicara banyak,” tambahnya.
”Kalau perencanaan jalan tol prosesnya memang baru Amdal. Kami tidak bisa berbicara banyak,” tambahnya.Ia berharap dengan opsi jalan tol layang ini, beberapa desa rawan banjir itu tak makin parah saat bencana itu datang. Dengan demikian, nantinya tidak merugikan warga dan juga pengendara. Maka dari itu kajian yang matang harus dilakukan.”Saya yakin ini kajiannya pasti dicermati dengan baik,” tutupnya.Diketahui, Jalur tol Demak-Tuban rencananya melalui 39 desa di Bumi Mina Tani. Desa-desa ini tersebar di sembilan kecamatan.Sembilan kecamatan tersebut meliputi Batangan, Jaken, Jakenan, Pati, Gabus, Pucakwangi, Kayen, Winong dan Sukolilo. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler