Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Daerah kekeringan di Kabupaten Pati pada 2022 ini disebut mengalami penurunan. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati menyebut hampir tidak ada.
Klaim itu berdasarkan permintaan jumlah permintaan air bersih. Hingga awal Oktober 2022, permintaan air bersih di Kabupaten Pati hanya pada satu desa saja.
”Tahun ini kami hamper tidak melaksanakan droping air bersih. Satu-satunya wilayah hanya di Kecamatan Puncakwangi. Yang minta itu Desa Triguno, presisnya hanya di Dusun Kutuk,” ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Presetya.
Baca: Kekeringan Makin Meluas, 10 Desa di Pati Ajukan Bantuan Air Bersih
Situasi itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana beberapa kecamatan dilanda kekeringan. Di antaranya Kecamatan Batangan, Jaken, Jakenan, Puncakwangi, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen sampai ke Sukolilo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




BPBD Pati nampak mendistribusikan air bersih tahun lalu. (Murianews/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Daerah kekeringan di Kabupaten Pati pada 2022 ini disebut mengalami penurunan. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati menyebut hampir tidak ada.
Klaim itu berdasarkan permintaan jumlah permintaan air bersih. Hingga awal Oktober 2022, permintaan air bersih di Kabupaten Pati hanya pada satu desa saja.
”Tahun ini kami hamper tidak melaksanakan droping air bersih. Satu-satunya wilayah hanya di Kecamatan Puncakwangi. Yang minta itu Desa Triguno, presisnya hanya di Dusun Kutuk,” ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Presetya.
Baca: