BPBD Pati: Hentikan Banjir Musiman Perlu Komitmen Bersama
Umar Hanafi
Rabu, 19 Oktober 2022 17:47:05
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menilai banjir musiman di wilayahnya dikarenakan adanya aktivitas tambang ilegal dan penebangan hutan di wilayah Pegunungan Kendeng.
”Dalam jangka panjang memang harus memerhatikan hutan lindung di Kendeng. Harus ada niat sunguh-sumgguh untuk menghentikan penebangan hutan, hentikan hutan sosial dan hentikan penambangan liar,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya.
Ia meminta adanya komitmen bersama untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal dan penebangan hutan ini. Menurutnya, tanpa komitmen bersama, Kabupaten Pati akan dilanda banjir bandang ketika musim hujan datang.
”Ini memang harus komitmen kuat semua orang. Kalau ingin banjir di Pati selatan ini teratasi. Casement area dan daerah tangkapan hujan harus dilindungi,” tutur dia.
Baca: Penerapan Lima Hari Kerja Lingkup Sekolah di Pati Perlu Banyak pertimbangan
Diketahui, pada Sabtu (15/10/2022) lalu, Kabupaten Pati diterjang banjir bandang. Setidaknya ada 25 desa dari enam kecamatan dilanda banjir ini.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Banjir yang melanda Kecamatan Gabus, Sabtu (15/10/2022) lalu. (Murianews/Umar Hanafi)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menilai banjir musiman di wilayahnya dikarenakan adanya aktivitas tambang ilegal dan penebangan hutan di wilayah Pegunungan Kendeng.
”Dalam jangka panjang memang harus memerhatikan hutan lindung di Kendeng. Harus ada niat sunguh-sumgguh untuk menghentikan penebangan hutan, hentikan hutan sosial dan hentikan penambangan liar,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya.
Ia meminta adanya komitmen bersama untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal dan penebangan hutan ini. Menurutnya, tanpa komitmen bersama, Kabupaten Pati akan dilanda banjir bandang ketika musim hujan datang.
”Ini memang harus komitmen kuat semua orang. Kalau ingin banjir di Pati selatan ini teratasi. Casement area dan daerah tangkapan hujan harus dilindungi,” tutur dia.
Baca: