Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Pembangunan pangkalan truk di Pati diperkirakan baru terealiasi usai Pemilu 2024. Itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati, Teguh Widyatmoko, Selasa (25/10/2022).

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih fokus untuk pembiayaan Pilkada 2024. Untuk mendukung kegiatan itu, dana Rp 72 miliar dikucurkan oleh pemerintah setempat.

Dana yang besar ini pun dicicil mulai APBD 2022 hingga APBD 2024. Maka dari itu, pemerintah belum mempunyai dana untuk membuat pengalaman truk sebelum Pilkada.

”Kalau permanen kemungkinan setelah Pemilu 2024, karena pemkab harus menyelesaikan dana cadangan,” ujar Teguh.

Baca: Alhamdulillah, Sopir Truk di Pati Tak Perlu Parkir Sembarangan Lagi

Pihaknya pun meminta sopir truk di Kabupaten Pati bersabar. Mereka diminta menggunakan pangkalan truk sementara di depan Pasar Hewan Margorejo.

Diketahui, Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Pati dan Paguyuban Sopir Pati (PSP) beraudiensi di Aula Dishub Pati, Selasa (25/10/2022).Dalam audiensi itu, disepakati bekas Garansi Bus Budi Jaya itu dijadikan pangkalan truk sementara. Nantinya sopir truk diizinkan menggunakan lahan seluas 1,5 hektar untuk memarkirkan truknya.Pangkalan truk sementara itu diharapkan bisa membuat sopir tidak parkir ilegal di pinggir Jalan Lingkar Selatan. Selain itu, pangkalan truk ini juga diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi sopir dibandingkan parkir liar.”Karena Pemkab belum mampu menyediakan (pangkalan truk), (selama ini) para pengemudi masih parkir di warung, pinggir jalan dan pom bensin. Di samping mengganggu kendaraan lain, juga menganggu keselamatan. Bahkan mereka sering kehilangan solar dan spidometer dan yang lain,” pungkas dia. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler