Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seksi Peribadatan MAB Pati KH Ahmad Rifai bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Salat digelar usai salat maghrib.

Dalam khutbahnya ia mengatakan, gerhana merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. ’’Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan adanya gerhana bulan. Semua planet berputar sesuai dengan orbitnya. Ini kuasa Allah. Mereka berputar tanpa bertabrakan,’’ kata dia.

Kiai Rifai pun berharap umat Islam tidak tertipu dengan alam semesta. Seharusnya, kejadian-kejadian di alam semesta ini membuat iman umat Islam semakin kuat.

’’Inilah salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang wajib kita ketahui. Bila bertabrakan maka terjadi bencana yang besar. Terjadi kiamat. Kita jangan tertipu dengan keadaan alam. Semua yang terjadi di alam semesta ini tidak terlepas dengan kuasa Allah,’’ ucap dia.

Baca: BMKG Nyatakan Gerhana Bulan Bisa Dilihat di Semua Wilayah Jateng, Termasuk Kudus

Kiai Rifai juga mengingatkan umat Islam untuk tidak mendustakan Allah. Apalagi menganggap fenomena gerhana dengan keyakinan-keyakinan di luar syariat Islam.

’’Maka jangan dustakan Allah dengan kejadian yang ada di dunia ini. Semoga kejadian gerhana ini mengingat kita atas kuasa Allah,’’ pungkas dia.
’’Maka jangan dustakan Allah dengan kejadian yang ada di dunia ini. Semoga kejadian gerhana ini mengingat kita atas kuasa Allah,’’ pungkas dia.Baca: Ada Gerhana Bulan Total 8 November, Ini Hukum Salat Gerhana Bulan dan Tata Cara PelaksanaannyaDitemui usai khotbah, ia mengungkapkan sebenarnya persiapan salat gerhana bulan kali ini cukup mepet. Pihaknya baru merapatkannya sekitar pukul 16.00 WIB tadi. Hal ini membuat jamaah yang mengikuti salat gerhana bulan kali ini lebih sedikit dari bisanya.’’Sebenarnya persiapan mendadak, tapi tidak masalah,’’ ujar dia.Gerhana bulan di Pati sendiri tidak kelihatan lantaran tertutup mendung. Berdasarkan perhitungan, gerhana sudah mulai sekitar pukul 15.03 WIB dan puncaknya pada pukul 17.59 WIB. Akhir gerhana diperkirakan pada pukul 20.56 WIB. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler