Puluhan Emak-Emak di Pati Dilatih Pertolongan Pertama pada Henti Jantung
Umar Hanafi
Sabtu, 12 November 2022 17:34:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Setidaknya ada 42 peserta yang mengikuti acara di Sekretariat IDI Pati ini. Mereka berasal dari berbagai organisasi.
Di antaranya, ibu-ibu anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), perwakilan-perwakilan dari SMK, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) hingga Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pati.
Salah satu panitia, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mustika Mahbubi memaparkan, pelatihan ini bertujuan agar masyarakat awam mengetahui cara penanggan awal henti jantung.
’’Bila ada henti jantung itu bagaimana? Selama ini kan kalau ada henti jantung pada takut, bingung dan panik. Maka kami berikan cara untuk penanganannya,’’ tutur dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini.
Baca: Bendera Raksasa Dibentangkan di Kirab Merah Putih di Pati
Menurutnya, pelatihan ini sangat penting. Mengingat setiap orang berpotensi mengalami henti jantung. Tidak mengenal waktu dan tempat.
Henti jantung ini ditandai dengan tiba-tiba hilangnya kesadaran seseorang, tidak ada nafas dan tidak ada respon ketika dicek respon. Bila seseorang telah mendapat penanganan maka harapan hidup semakin kecil.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



