Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seruan itu disuarakan Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro yang menjadi inspektur upacara dalam kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kemenag Pati.

Beberapa tamu undangan turut hadir dalam kegiatan itu. Di antaranya jajaran FKUB Pati, pimpinan UPT Kantor Kemenag se- Kabupaten Pati serta beberapa tokoh umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

Di kesempatan itu, Henggar mengapresiasi sekaligus menyambut baik penyelenggaraan apel tersebut. Menurutnya, itu bisa menjadi salah satu langkah merawat semangat kebangsaan dalam kebhinekaan.

Ia bersyukur, situasi Kabupaten Pati cenderung kondusif. Maka dari itu, ia mengajak semua golongan untuk menjaga kondisi itu. Menurutnya, kemajemukan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus dijaga.

Baca: Halau Hoaks, AMSI Hadirkan Jurnalime Pre-Bunking

’’Patut kita syukuri bersama, selama ini Kabupaten Pati merupakan wilayah yang aman dan kondusif. Jarang sekali terdengar gesekan sosial karena konflik agama yang terjadi di tengah masyarakat. Meski demikian, kita tidak boleh lengah sedikitpun,’’ kata Henggar.

Henggar mengatakan, di zaman keterbukan dan kemajuan saat ini semua informasi mudah didapatkan. Seringkali di antara informasi itu merupakan berita bohong yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, hoaks berpotensi memecah belah masyarakat. Sebab, narasi yang disampaikan bersifat provokatif. Maka dari itu, ia juga mengajak semua golongan untuk memerangi hoaks.’’Sebaran hoaks dengan mengusung isu radikal, bermuatan SARA begitu masif di media sosial. Itu harus kita antisipasi dan sikapi bersama,’’ ujar Henggar.Baca: Hoaks Perubahan Biaya Transaksi Muncul Lagi, Ini Kata BRI KudusBerbagai forum kerukunan antarumat beragama diharapkan mampu menjadi garda terdepan memerangi hoaks. Ia mendorong adanya perubahan sikap dalam bermedia sosial sehingga lebih mengedepankan klarifikasi daripada sensasi.’’Literasi wacana toleransi umat beragama harus kita kampanyekan bersama sehingga terbentuk sikap bijak dan cerdas dalam bermedia sosial. Tujuannya, agar terwujud sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada,’’ pungkas dia. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler