Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Camat Winong, Luky Pratugas Narimo mengatakan, ratusan rumah ini tersebar di enam desa, yakni Desa Kropak, Padangan, Danyangmulyo, Kudur, Gunungpanti, dan Godo. Ketinggian air bervariasi, mulai 1 meter hingga hampir 3 meter.

Dari keenam desa tersebut, yang kondisinya paling parah adalah Godo, Gunungpanti dan Kropak. Saat ini warga dan relawan bahu membahu memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir bandang.

Baca: Korban Banjir Bandang Sinomwidodo Pati Butuh Air Bersih hingga Popok Bayi

’’Di Desa Godo ada 6 rumah rusak parah. Artinya ambruk dan hanyut. Lalu ada tujuh ternak mati dan satu ternak hilang. Di Kropak ada delapan rumah rusak berat, dalam arti roboh total, kemudian 92 rumah rusak sedang dan ringan,’’ jelas Luky.

Sementara itu Kepala Desa Godo, Suwondo menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang di desanya yang terletak tidak jauh dari Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo.

Namun, ratusan warga mengalami kerugiaan materiil. Dia mengungkapkan setidaknya 130 keluarga terdampak banjir bandang di Desa Godo. Itu terdiri atas 350-an jiwa.

’’Kalau kerusakan akibat banjir itu dari segi materiil. Enam rumah roboh total, dan hampir satu dukuh (rumahnya) rusak berat,’’ imbuh dia.
Pihaknya saat ini sudah melakukan penanganan pascabanjir menerjang. Tim tanggap bencana dan posko tanggap darurat dibentuk. Beberapa bantuan pun sudah mulai mengalir.’’Kalau saat ini kami butuh pakaian. Pakaian ibu-ibu dan pakaian dalam, karena terbawa arus semua. Lemari, surat berharga terbawa (banjir) semua,’’ tutur dia.Sebagai informasi, banjir bandang ini menerjang Pati Selatan pada Rabu (30/11/2022). Banjir datang sekitar pukul 17.00 WIB usai hujan lebat di daerah Pegunungan Kendeng Utara dan sekitarnya. Banjir mulai surut Kamis (1/12/2022) dini hari.Selain Kecamatan Winong beberapa kecamatan juga diterjang banjir ini. Di antaranya, Kecamatan Gabus, Kayen dan Tambakromo. Banjir bandang ini juga disinyalir imbas dari kerusakan Pegunungan Kendeng. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler