Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekitar 200 pohon ditanam dalam kesempatan itu. Penanaman dilakukan agar di kawasan yang dinilai kritis itu bisa hijau kembali. Para pengusaha melakukan penanaman pohon itu juga karena mereka sudah mengambil air di kawasan lereng Pegunungan Muria.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiarto mengatakan, pihaknya memang mendorong para pengusaha air minum untuk peduli terhadap lingkungan.

Baca: Akibatkan Banjir, Pegunungan Kendeng Pati Bakal Direboisasi

Terutama, lanjutnya, di kawasan yang terdampak aktivitas pengambilan air. Itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

’’Di amanat izin yang mereka pegang itu ada kewajiban yang harus dikembalikan lagi kepada masyarakat dan lingkungan. Dalam artian, menjaga sumber daya air yang mereka usahakan ini,’’ ujar Tulus di sela-sela penanaman pohon.

Sementara, Ketua Paguyuban Sedulur Air Pati Muci Herwanto mengatakan, penanaman pohon ini merupakan bagian dari kewajibannya untuk ikut bertangung jawab dalam perbaikan lingkungan.
Sementara, Ketua Paguyuban Sedulur Air Pati Muci Herwanto mengatakan, penanaman pohon ini merupakan bagian dari kewajibannya untuk ikut bertangung jawab dalam perbaikan lingkungan.Penanaman pohon di Desa Semirejo, Kecamatan Gembong tersebut merupakan kegiatan awal yang fokusnya untuk perbaikan lingkungan.Pihaknya bakal melakukan kegiatan-kegiatan serupa dengan lokasi di daerah-daerah yang benar-benar kondisinya kritis. Seperti di wilayah Kecamatan Tambakromo, dan Kecamatan Sukolilo dengan jumlah bibit pohon yang lebih banyak.’’Menanam pohon ini merupakan partisipasi dari teman-teman (pengusaha air minum). Kita baru sekali, nantinya juga akan dilakukan penanaman di tempat lain. Biar kita kembali ke alam, karena kita ambil air, istilahnya ada keseimbangan alam,’’ pungkas dia. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler