Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, total ada 1.477 hektare lahan sawah yang ditanami padi terendam banjir. Dari jumlah itu, sebanyak 652 hektare dinyatakan puso atau 40 persennya.
Sawah-sawah yang mengalami puso itu tersebar di delapan kecamatan. Adapun perinciannya, 18 hektare di Kecamatan Pati, 16 hekare di Margorejo dan 166 hektare di Jakenan.
Baca: Jalan Longsor di Kayen Pati Belum Tertangani
Lalu, sebanyak 238 hektare di Gabus, 60 hektare di Kayen, 20 hektare di Juwana, 131 hektare di Sukolilo dan 3 hektare di Winong.
’’Keseluruhan tanaman padi. Data ini kami peroleh dari petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman, red),” kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dispertan Pati Kun Saptono, Selasa (20/12/2022)
Meski ratusan hektare lahan pertanian dinyatakan puso, pihaknya menyebut tak memiliki anggaran untuk memberikan bantuan kepada para petani.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



