Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bendung kembang kempis itu dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Pekerjaan dilakukan di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Bob Arthur Lombogia mengatakan, pekerjaan pembangunan Bendung Kembang Kempis sudah sejak akhir 2022. Proyek itu ditarget rampung pada 2024.

’’Ini sebenarnya sudah mulai berjalan. Karena telah kontrak di akhir tahun 2022 lalu. Kami targetkan di 2024 mendatang dapat diselesaikan,’’ ujar dia.

Baca: Disabilitas Pati Ajari Siswa SMP Membatik

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Sudewo berharap bendung ini dapat memperbesar kapasitas Sungai Juwana sehingga banjir di Kabupaten Pati bisa teratasi.

Selain menyiapkan bendung, Sudewo menyebutkan, PUPR juga menurunkan ekskavator untuk normalisasi sungai dan sudetan.
Selain menyiapkan bendung, Sudewo menyebutkan, PUPR juga menurunkan ekskavator untuk normalisasi sungai dan sudetan.’’Sebenarnya untuk normalisasi sungai Juwana telah dilakukan. Namun untuk yang dari Jembatan Tanjang ke hilir memang belum. Kami tengah mengupayakan itu,’’ kata dia disela meninjau banjir, Selasa (10/1/2023).Diketahui, banjir di Kabupaten Pati pada saat ini terjadi sejak Sabtu (31/12/2022) lalu. Saat itu, banjir menggenangi 12 kecamatan. Beberapa hari setelahnya, banjir mulai surut.Saat ini, air masih menggenangi sekitar 50 desa di enam kecamatan. Ke-enam kecamatan itu yakni, Pati Kota, Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan dan Juwana. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler