Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan ketinggian banjir bervariasi antara 10 cm hingga 120 cm.

’’Saat ini ada enam kecamatan yang masih tergenang banjir. Meliputi Sukolilo, Kayen, Jakenan, Pati, Gabus dan Juwana,’’ ujar Martinus, Senin (16/1/2023).

Baca: Banjir Surut, Sejumlah Sekolah di Pati Mulai Bersihkan Ruang Kelas

Meski demikian, ia mengklaim jumlah desa ini sudah berkurang dari pada pekan lalu. Sebelumnya setidaknya banjir menggenangi 50 desa di enam kecamatan itu. Saat ini, banjir pun disebut mulai surut.

’’Kami simpulkan banjir sudah mulai surut meski beberapa titik masih tergenang. Saat ini tinggal sekitar 40 desa setelah sebelumnya ada 50 desa,’’ kata dia.

Ini membuat beberapa perahu yang ditempatkan di beberapa wilayah banjir mulai dikembalikan ke  Kantor BPBD Kabupaten Pati. Beberapa warga juga sudah mulai membersihkan rumahnya yang sebelumnya tergenang air.
Ini membuat beberapa perahu yang ditempatkan di beberapa wilayah banjir mulai dikembalikan ke  Kantor BPBD Kabupaten Pati. Beberapa warga juga sudah mulai membersihkan rumahnya yang sebelumnya tergenang air.’’Kondisi saat ini sudah mulai surut seperti Wotan, Kecamatan Sukolilo. Di wilayah Juwana ketinggian air menurun. Terakhir di Tluwah air sudah surut dan perahu kita yang disiagakan sudah dikembalikan ke BPBD,’’ pungkas dia.Diketahui, banjir menggenangi Kabupaten Pati sejak Sabtu (31/12/2022) lalu. Puluhan desa di 12 Kecamatan tergenang banjir. Selain enam kecamatan di atas, banjir juga menggenangi Kecamatan Margorejo, Margoyoso, Dukuhseti, Batangan, Tambakromo dan Tayu.Banjir ini terjadi karena berbagai faktor. Di antaranya intensitas hujan tinggi pada akhir 2022 lalu, kiriman air dari Pegunungan Kendeng, dan meluapnya Sungai Juwana atau Sungai Silugonggo. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler