Apakah City Walk Kudus Bakal Seperti Malioboro? Ternyata Begini Konsepnya
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 6 Oktober 2020 12:32:58
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
City Walk Sunan Kudus yang kini tengah dibangun itu diklaim mengusung konsep jalur pedestrian yang ramah bagi pejalan kaki dan disabilitas.
Kasi Tata Bangunan Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Muhammad Riza mengatakan, jika city walk di Kudus belum bisa jika dibandingkan dengan city walk di Malioboro.
"Kalau berharap seperti city walk di Malioboro saya rasa belum. Kalau di Malioboro itu sentra pertokoannya dari dulu memang sudah tertata rapi. Kalau city walk di Kudus itu perencanaannya hanya untuk pejalan kaki dan malamnya untuk PKL," katanya, Selasa (6/10/2020).
[gallery columns="1" size="publisher-lg" bgs_gallery_type="slider" ids="196878,196879,196880,196881,196882"]
Meski demikian menurut dia, nantinya di sepanjang city walk terdapat fasilitas yang mengangkat kearifan lokal Kudus. Hal itu dipilih lantaran letak city walk yang melintasi bangunan bersejarah Rumah Kembar Niti Semito. "Di city walk-nya nanti ada gebyog, joglo-joglo, tempat duduk, dan jalur disabilitas," jelasnya.
Selain itu, di sepanjang city walk juga bakal dihias dengan pohon tabebuya dengan empat warna. Yakni pink, kuning, putih, dan merah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



