Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mesin berbentuk persegi bewarna biru itu merupakan alat untuk mengeluarkan hand sanitizer tak perlu menekan tutup botol seperti biasanya, melainkan cukup menekan pedal menggunakan kaki.

Tertulis di mesin itu lindungi tangan Anda dengan hand sanitizer. Di bawahnya terdapat instruksi untuk injak pedal.

Mesin itu merupakan hibah dari alumni SMP Muhammadiyah 1 Kudus. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kudus Ali Zamroni menyampaikan, mesin tersebut untuk mencegah kontak langsung antara tangan yang satu dengan yang lainnya.

"Untuk meminimalisir adanya sentuhan tangan yang satu dengan yang lainnya, kami coba menggunakan mesin hand sanitizer pedal ini. Kan berdasarkan sumber yang ada penularan corona salah satunya lewat kontak tangan," katanya, Jumat (9/10/2020).

https://www.instagram.com/p/CGGxZqXpfnW/

MURIANEWS mencoba cara kerja mesin tersebut secara langsung. Ketika akan menggunakan mesin tersebut, pedal di bagian bawah tinggal diinjak. Seketika cairan hand sanitizer keluar lewat selang kecil yang terdapat di bagian mesin.
MURIANEWS mencoba cara kerja mesin tersebut secara langsung. Ketika akan menggunakan mesin tersebut, pedal di bagian bawah tinggal diinjak. Seketika cairan hand sanitizer keluar lewat selang kecil yang terdapat di bagian mesin.Ketika cairan hand sanitizer sebanyak 500 mili liter di mesin itu habis, bisa diisi ulang.Ali menyampaikan, sebenarnya pihaknya berencana membeli tiga mesin lagi. Namun, menurutnya hal tersebut belum penting lantaran anak didiknya masih menjalankan belajar dari rumah.Rencananya pihaknya akan menambah tiga mesin ketika dana BOS kembali cair. "Kalau beli tiga lagi berarti kan totalnya kami punya empat. Bisa kami taruh di gerbang dua, di depan kantor TU satu, dan di depan kantor guru satu," terangnya.https://youtu.be/phgGzTzfiu0Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler