Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Musim hujan yang terjadi tahun ini diprakirakan akan diiringi dengan cuaca ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus telah memetakan daerah rawan bencana di Kudus. Utamanya untuk daerah rawan longsor dan banjir.

Untuk daerah yang berpotensi longsor biasanya terjadi di daerah atas. Seperti daerah Gebog dan Dawe.

Sementara untuk daerah rawan banjir sering terjadi di daerah Kesambi. Lalu beberapa daerah di Kecamatan Jati, Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Jekulo.

Untuk daerah Jekulo sering terjadi limpasan dan permasalahan sampah. Sementara itu untuk kejadian kebakaran tidak dapat diprediksi.

"Kami sudah memberikan imbauan lewat surat resmi ke desa dan kecamatan. Hal itu sesuai dengan edaran yang diberikan BMKG bahwa tahun ini intensitas hujan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, karena adanya faktor La Lina," jelas Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsaiagaan BPBD Kudus Wiyoto saat ditemui MURIANEWS, Selasa (13/10/2020).
"Kami sudah memberikan imbauan lewat surat resmi ke desa dan kecamatan. Hal itu sesuai dengan edaran yang diberikan BMKG bahwa tahun ini intensitas hujan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, karena adanya faktor La Lina," jelas Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsaiagaan BPBD Kudus Wiyoto saat ditemui MURIANEWS, Selasa (13/10/2020).Menurutnya, imbauan tersebut dilakukan agar masyarakat siap dan siaga, sehingga dapat mengurangi risiko yang terjadi."Kami juga sosialisasi untuk peningkatan kapasitas kewaspadaan dengan cara memberikan penambahan pengetahuan masyarakat dan relawan di desa. Semacam pengetahuan secara dini. Sehingga masyarakat tahu saat menghadapi jika terjadi bencana," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler