Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari kedekatan ini Nitisemito disebut pernah mendapat hadiah khusus, berupa kuda dari Pakubowono X.

Kisah ini dibagikan salah satu cucu Nitisemito, Yudhi Ernawan. Menurut dia, Nitisemito memang menyukai Kuda. Dan hadiah dari susuhunan tersebut menurutnya diberikan sekitar tahun 1930.

"Mbah Niti itu suka kuda. Saat itu diberi Sri Pakubuwono X sekitar tahun 1930. Penyerahan kudanya diserahkan oleh perwakilan bangsawan Solo saat itu," katanya.

Kuda yang diberikan kepada Nitisemito itu bernama Kyai Gambuh. Hubungan baik yang terus terjalin itu berlanjut. Menurut Yudhi, beberapa tahun kemudian Nitisemito kembali diberi hadiah oleh Sri Pakubuwono X.

"Beberapa tahun kemudian Mbah Niti diberi hadiah keris pusaka. Sebagai gantinya Mbah Niti memberi kursi yang terbuat dari gading gajah," sambungnya.

Kedekatan antara sang raja kretek dengan orang-orang penting itulah yang membuat peninggalan Nitisemito kerap dijumpai di kawasan pantura.

"Sebenarnya banyak sekali peninggalan Mbah Niti di kawasan pantura. Setiap masjid agung di kawasan pantura pasti ada jam dengan logo Bal Tiga," imbuhnya.

Saat ini tiga buku peninggalan Nitisemito juga tengah dikaji oleh Museum Kretek Kudus. Bahkan salah satu buku tersebut ditemukan di pasar loak di Belanda. Buku tersebut yakni buku akuntansi.

Sementara dua buku lain yakni buku abon yang berisi jenis-jenis tembakau, serta buku  yang berisikan kartu pekerja Nitisemito. Museum Kretek berencana melakukan kajian akhir terhadap tiga buku itu pada Sabtu (17/10/2020) mendatang.Baca: Kisah Penemuan Buku Peninggalan Raja Kretek Nitisemito di Pasar Loak BelandaPihak keluarga menginginkan agar dalam kajian itu diatangkan ahli akuntansi. Dari pengamatan MURIANEWS, di buku tersebut terdapat kode akuntansi pembukuan. Di antaranya, Debiteuren 4.440.720 kreteks, Kreteks 323.500 st. Retouren, dan Crediteuren, Transportkosten F 666,42, tabaksaus 14 3/4 bl, De Javasche Bank F 1.000, dan beberapa kode lainnya."Sekadar tahu saja soal pembukuan itu. Terus supaya tahu juga aset Mbah Niti saat itu berapa. Di situ kan juga tertulis De Javasche Bank. Mungkin saat itu Mbah Niti transfer ke Javasche Bank atau apa kan supaya bisa diketahui," ujar dia.Terpisah, Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Yusron mengatakan pihaknya akan mendatangkan tenaga akuntansi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus."Kami kemarin koordinasi, tentang tenaga akuntansi yang cukup untuk setidaknya menjelaskan pembukuan secara garis besarnya saja dan sederhana," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler