70 Persen Kawasan Patiayam Kritis, Pembalakan Liar Diduga Jadi Biang Keladi
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 16 Oktober 2020 10:13:03
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kawasan Patiayam saat ini tak lagi hijau. Padahal tahun lalu sudah ada penanaman bibit oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, jumlah seratus ribu bibit itu dirasa belum cukup membuat kawasan Patiayam menjadi hijau.
Pihak Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat berupaya melakukan reboisasi secara bertahap.
"Kalau sisi barat dari Desa Klaling sampai Desa Kandangmas sudah ditanami Agustus lalu. Di sisi timur Desa Terban juga sudah kami tanami. Tapi itu belum optimal. Sekalipun nantinya ditanam 400 ribu juga masih belum cukup," kata Ketua KTH Patiayam Rejo Kasnadi, Jumat (16/10/2020).
Menurutnya kawasan di Patiayam perlu reboisasi. Ia menyatakan, pada 2019 lalu di kawasan Patiayam sudah ada penanaman 100 ribu bibit. Rencananya, tahun 2021 mendatang akan kembali dilakukan penanaman pohon.
"Untuk bibit tanaman, kami pilih tanaman buah-buahan. Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, tanaman buah-buahan tidak akan ditebang," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



