Jatuh Bangun Usaha Melon Hidroponik, Petani Muda di Kudus Ini Sekali Panen Bisa Hasilkan 20 Ton
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 16 Oktober 2020 17:17:54
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebab, dalam sekali panen, dia mampu menghasilkan 20 ton melon hidroponik yang dikirim ke beberapa daerah seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya.
Ditemui MURIANEWS di Laguna Green House di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus, Rangga-sapaan akrabnya menunjukkan tiga melon yang diproduksi olehnya lewat metode hidroponik. Yakni melon honey white, melon hami gua, dan Japanese melon.
Ketiga melon itu memiliki masa panen yang berbeda. Untuk melon honey white masa panennya 52 hari. Sedangkan untuk melon hami gua dan Japanese melon memiliki masa panen 65 hari.
"Mulai mencoba itu jatuh bangun sejak 2015. Pilih melon karena salah satu faktornya cocok dengan kondisi di dataran rendah," katanya, Jumat (16/10/2020).
Lulusan S1 Singapore Rafless Design Insitute, jurusan interior design itu mampu mengirim 20 ton melon ke beberapa daerah di luar Kudus dalam sekali panen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



