Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tugu Juang 45 sejauh ini sudah dipindah sebanyak tiga kali. Mulai di daerah Tanggulangin, Ploso, hingga terakhir di Wergu Wetan dekat eks Stasiun.

Sejarawan asal Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, Tugu Juang 45 menjadi saksi bisu perjuangan pemuda melawan Belanda.

"Saat Agresi Militer kedua, Belanda kembali menuju Jawa Tengah naik kereta. Di hadang pemuda-pemuda terjadi tembak-menembak. Bisa dilihat di atas eks-stasiun itu masih banyak lubang. Itu bekas peluru," katanya.

Dia menambahkan, adalah bukti pemuda bisa memukul mundur Belanda. Menurut dia, Tugu Juang 45 memiliki makna.

Pada bagian atas terdapat segi lima. Itu merupakan bukti tahun 1945. Kemudian tiang penyangga yang membentuk seperti angka satu yang dibuat bulat merupakan bentuk tekad yang bulat.Dia berharap masyarakat tetap dapat melestarikan sejarah. "Harapannya generasi muda menghormati perjuang terdahulu," harapnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler