Tugu Juang 45, Bukti Perjuangan Pemuda Kudus Melawan Agresi Militer Belanda
Vega Ma'arijil Ula
Senin, 26 Oktober 2020 11:43:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Tugu Juang 45 sejauh ini sudah dipindah sebanyak tiga kali. Mulai di daerah Tanggulangin, Ploso, hingga terakhir di Wergu Wetan dekat eks Stasiun.
Sejarawan asal Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, Tugu Juang 45 menjadi saksi bisu perjuangan pemuda melawan Belanda.
"Saat Agresi Militer kedua, Belanda kembali menuju Jawa Tengah naik kereta. Di hadang pemuda-pemuda terjadi tembak-menembak. Bisa dilihat di atas eks-stasiun itu masih banyak lubang. Itu bekas peluru," katanya.
Dia menambahkan, adalah bukti pemuda bisa memukul mundur Belanda. Menurut dia, Tugu Juang 45 memiliki makna.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



