Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selama libur panjang, konsumsi pertalite di kabupaten ini mengalami peningkatan. Selain itu, banyak pemilik kendaraan yang mulai beralih dari premium ke pertalite menyebabkan stok pertalite di SPBU terkuras.

Salah seorang yang tengah mencari pertalite yakni Samsul, warga Kudus. Dia mengaku kehabisan saat hendak mengisi pertalite di SPBU di kawasan Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus.

"Sulit nyari pertalite. Nggak tahu kenapa. Denger-denger memang lagi pada habis," katanya ke MURIANEWS, Rabu (04/11/2020).

Terpisah, Kabid Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kudus Imam Prayitno mengatakan faktor langkanya pertalite lantaran adanya libur panjang.

"Sulit (dicari) karena ada libur panjang yang nyampai lima hari itu. Ya wajar saja," katanya saat ditemui di kantor Dinas Perdagangan.

Faktor lainnya menurut Imam yakni karena adanya perubahan minat dari pelanggan yang biasanya mengisi premium, dan beralih ke pertalite.
Faktor lainnya menurut Imam yakni karena adanya perubahan minat dari pelanggan yang biasanya mengisi premium, dan beralih ke pertalite."Di Kudus saat ini kan cuma ada empat SPBU yang masih melayani premium. Kalau kode SPBU nya yang masih melayani premium itu SPBU 02, SPBU 11, SPBU 17, dan SPBU 19," ujar dia.Menurut dia, SPBU di empat tempat itu kategorinya kecil karena tiap-tiap SPBU hanya mendapat jatah delapan ton premium dengan masa pengisian sepekan sekali."Delapan ton itu paling untuk dua hari habis. Nah itulah yang terjadi ketika premium juga terbatas, masyarakat pindah ke pertalite. Akhirnya, beberapa hari ini pertalite sulit dicari. Ditambah dengan adanya libur panjang ini juga banyak yang nyari pertalite," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler