Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Cara yang dilakukannya yakni dengan menelepon pasien yang sembuh saat forum rapat desa. Panggilan telepon itu di-loudspeaker sehingga semua peserta rapat bisa mendengarnya.

"Supaya masyarakat percaya, saat rapat dengan warga saya telepon pasien warga Ploso yang sembuh dari Covid-19. Saya suruh cerita pengalamannya, terus saya loudspeaker. Supaya warga yang ikut rapat percaya Covid-19 itu benar-benar ada," katanya, Kamis (05/11/2020).

Menurut Mas'ud, biasanya kesaksian warga yang sembuh dari Covid-19 itu menjelaskan tentang gejala saat tertular. Seperti lidah tidak bisa dipakai untuk merasakan, tenggorokan panas dan sakit saat menelan makanan.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut ketika hendak periksa ke rumah sakit.



 










Lihat postingan ini di Instagram












 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MURIANEWS (@murianewscom) pada

"Saya juga sampaikan jangan takut ke rumah sakit. Jangan takut dicovidkan. Yang lebih penting itu kita tahu dulu kondisi kita sakit atau sehat. Kalau ternyata sakit dan kita nggak periksa ke rumah sakit, justru nanti malah nggak tertolong," sambungnya.Selain menggunakan cara unik, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan di kantor desa. Mulai dari ketersediaan tiga tempat cuci tangan, tiga unit thermogun, dan lima unit disinfektan.Pun saat kegiatan rapat, diberi jarak dua meter. Selain itu, kegiatan PKK di tingkat desa hanya diwakili satu orang untuk tiap-tiap RT. Kemudian, untuk kegiatan bersifat massal seperti pernikahan, khitanan, pengajian harus membuat surat pernyataan."Untuk kegiatan massal kami minta membuat surat pernyataan bersedia mematuhi protokol. Dan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan memakai masker," sambungnya.Selain itu, operasi masker sepekan sekali juga dilakukan oleh Pemdes Ploso bersama Babinkamtibnamas. Operasi masker dilakukan di kawasan Tambak Lulang, Pertigaan Makam Ploso, dan di perempatan bekas bioskop Ploso."Walaupun Desa Ploso masuk zona risiko rendah, saya harap warga tetap mematuhi protokol kesehatan," harapnya.https://youtu.be/KqP7E5o1eGYReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler