Pasar Ampiran Kampung Budaya Piji Wetan, Uang Rupiah Diganti Koin Kayu
Vega Ma'arijil Ula
Minggu, 15 November 2020 13:16:03
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pengunjung harus menggunakan koin kayu untuk membeli berbagai penganan tradisional yang dijajakan di tempat tersebut. Untuk mendapatkan koin kayu ini, pengunjung harus menukarkan uang rupiahnya di loket yang telah tersedia.
Ada tiga paket uang koin yang bisa dibeli oleh pengunjung. Untuk pembelian Rp 20 ribu, pengunjung diberi lima koin kayu yang nilainya terdiri daru 10, 5, 3, 2, dan 1.
[caption id="attachment_200557" align="aligncenter" width="880"]
Pengunjung menunjukkan koin kayu yang digunakan untuk bertransaksi di Pasar Ampiran. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]Lalu, untuk pembelian Rp 10 ribu pengunjung mendapatkan empat koin kayu. Yakni 5, 3, 2, dan 1. Pembeli juga bisa menukar pecahan Rp 5 ribu dengan koin kayu 2 dan 1.
Dari pengamatan MURIANEWS di lokasi, terdapat beberapa stan makanan. Mulai dari sego godong jati, telur puyuh, sego aking, daun kelor, sego wiwit, dan sego pager mangkok.
Di sebelah timur Pasar Ampiran itu juga terdapat Panggung Ngepringan yang digunakan untuk pementasan Terbang Papat dan legenda Dukuh Bakaran.
Baca: Pasar Ampiran Tandai Peluncuran Kampung Budaya Piji Wetan Kudus
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



